Sat, 07/20/2019 - 03:50

Rehab Pasca Gempa, Pengusaha Lokal Minta Diberdayakan

Media Sulawesi | Sun, 07/07/2019 - 21:01
PALU- Pasca bencana gempa bumi,likuifaksi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala situasi perekonomian belum sepenuhnya normal. Meski bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta terus mengalir. Tidak hanya dalam negeri bahkan bantuan pun datang dari luar negeri sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) tersebut.  Proses pemulihan memang kini tengah dilaksanakan terutama membangun infrastruktur di daerah terdampak dan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana. Hanya saja upaya pembangunan dan pemulihan tersebut menimbulkan kecemburuan sosial karena pihak yang menanganinya didominasi oleh perusahaan besar dan berasal dari luar Sulawesi Tengah. Padahal di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu juga memiliki banyak perusahaan dan sumber daya manusia yang kapabel. Salah seorang pengusaha lokal, Anjas Lamatata kepada wartawan Ahad (7/7/2019) siang menilai dalam proses pemulihan pasca gempa ini, pemerintah tidak melibatkan banyak pengusaha lokal. Padahal diakui banyak pengusaha lokal yang memiliki perusahaan yang layak untuk ikut terlibat dalam proyek pembangunan pasca bencana ini. Perusahaan dan kontraktor yang menangani proyek tersebut, didominasi dari luar Kota Palu. ‘’Saya nilai selama ini, pengusaha lokal belum diberdayakan. Padahal cukup banyak sebenarnya yang mampu,’’ujarnya. Ia sendiri mempertanyakan aliran bantuan yang masuk ke Palu, Sigi dan Donggala yang konon nilainya cukup besar. Demikian pula pengelolaan dana bantuan maupun pengerjaan proyek yang tidak transparan.  Untuk itu, Anjas yang memiliki usaha di bidang proverty ini berharap pemerintah ikut memberdayakan pengusaha lokal dalam proses pemulihan pasca bencana. Apalagi di tengah situasi ekonomi sulit akibat bencana, kata dia, pengusaha lokal juga tentunya butuh pendapatan untuk menghidupi keluarga dan karyanya. ‘’Yah, harusnya pemerintah juga memperhatikan kita sebagai pengusaha lokal. Kita juga butuh pendapatan untuk menghidupi keluarga dan karyawan yang juga punya anggota keluarga khan,’’terangnya  lagi. Pengusaha lokal lainnya Fahry juga berharap pemerintah banyak melibatkan pengusaha lokal dalam proyek pembangunan atau pemulihan pasca bencana di wilayah Palu, Sigi dan Donggala. Diakui, selama ini memang mendapatkan pekerjaan namun nilainya sangat terbatas. Itupun posisinya hanya sebagai sub kontraktor. ‘’Iyya, kami hanya kerja yang kecil-kecil. Padahal kami berharap bisa lebih supaya bisa membantu kami juga. Jadi semoga pemerintah ikut memperhatikan kami dan memberdayakan pengusaha lokal,’’tandas developer Perumahan Jingga Land tersebut.(sam)
Tags: 

Berita Terkait

Bangunan milik Bank BNI Cabang Poso ambruk setelah digoyang gempa berkekuatan 6,6,SR, Senin (29/5/2017) malam.(dok Kabag Humas Pemkab Poso)
Mon, 05/29/2017 - 23:44