Mon, 06/17/2019 - 17:58

Upah Tak Dibayar, Pekerja Segel Huntara Korban Likuifaksi

Media Sulawesi | Sat, 06/01/2019 - 21:42
PALU- Aksi penyegelan terhadap hunian sementara korban gempa bumi dan likuifaksi di Kota Palu kembali terjadi. Kali  ini giliran dua puluh unit huntara yang terletak di kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota palu yang disegel oleh warga yang juga pekerja huntara tersebut. Mereka kesal karena upah kerja pembangunan huntara tersebut belum dibayarkan oleh PT Adi Karya selaku pengemban huntara tersebut. Tidak hanya melakukan penyegelan, buruh bangunan tersebut juga mencoret-coret dinding huntara bertuliskan pihak PT Adi Karya belum melunasi pembayaran upah pekerja. Pekerja tersebut bahkan sempat mengancam membongkar bangunan tersebut namun diredam pihak sub kontraktor,CV Karya Cemerlang yang dipercaya pt adhi karya untuk membangun huntara tersebut. Asisten Manager CV Karya Cemerlang, Seto kepada wartawan Sabtu (1/6/2019) siang membenarkan adanya aksi penyegelan yang dilakukan para pekerja huntara tersebut karena kecewa upanya belum dibayarkan. Padahal pihak PT Adhi Karya telah menjanjikan melunasi upah tersebut sebelum lebaran namun hingga kini belum terealisasi. Bukan hanya kepada pekerja bangunan tapi PT Adi Karya juga belum melunasi sisa lima puluh persen anggaran pembangunan kepada CV  Karya Cemerlang sebagai sub kontraktor. ‘’Kami sudah dijanji sebelum lebaran sudah lunas tapi sampai sekarang belum ada.Saya tidak bisa apa-apa karena memang hak mereka. Kami saja masih banyak berutang di toko karena hak kami juga belum dilunasi,’’akunya.  Meski disegel namun penghuni huntara dibiarkan tetap tinggal di dalamnya. Valtina,salah seorang penghuni huntara mengaku kalau pelaku penyegelan tidak melarang warga untuk tetap tinggal di huntara. ‘’Kami tetap dibolehkan tinggal disini. Mereka hanya ingin aksi itu mendapat perhatian dari pihak terkait,’’ujarnya. Di huntara tersebut dihuni sedikitnya 300 kepala keluarga yang merupakan korban likuifaksi dari Kelurahan Balaroa, Petobo dan Bayaoge. Sebelumnya, aksi serupa juga pernah terjadi di Huntara Kelurahan Mamboro.Penyebabnya juga gara-gara belum tuntasnya pembayaran kepada pihak sub kontraktor.(SAM) 
Laporan: 
Sam
Tags: 

Berita Terkait

Penandatanganan berita acara penyerahan 84 unit huntara oleh pihak Yayasan Hadji Kalla kepada pihak pemerintah kota Palu untuk korban bencana Pasigala.(faisal)
Fri, 02/15/2019 - 07:39

pemerintah kabupaten donggala dinilai lambat membangun hunian sementara (huntara).(ist)

Mon, 11/12/2018 - 21:28