Sat, 07/20/2019 - 03:49

Ledakan Bom dan Kontak Senjata Warnai Simulasi Pemilu di Palu

Media Sulawesi | Fri, 03/22/2019 - 19:17
simulasi pengamanan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden republik indonesia yang dilakukan oleh tim gabungan tni dan polri di lapangan Vatulemo Kota Palu, Jumat (22/3/2019) pagi.(sam)
Palu,mediasulawesi.com-Pemilihan umum legislatif dan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tahun 2019 di Kota Palu, Sulawesi Tengah diwarnai kontak senjata dan ledakan bom. Sejumlah perusuh tewas tertembakdan sebagian lagi diamankan.Sebuah bom berdaya ledak tinggi pun diamankan tim penjinak bom yang kemudian diledakkan di tempat aman. Namun jangan kaget dulu. Ini hanyalah simulasi pengamanan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden republik indonesia yang dilakukan oleh tim gabungan tni dan polri di lapangan Vatulemo Kota Palu, Jumat (22/3/2019) pagi. Puluhan personil tni dan polri bersenjata lengkap diterjunkan dalam simulasi yang berlangsung selama satu jam ini. Dalam simulasi ini diskenariokan adanya sekelompok warga bersenjata lengkap menyerang sebuah rumah yang menjadi tempat pimpinan partai politik. Kelompok bersenjata lengkap ini bahkan menembak sejumlah warga dalam rumah tersebut dan menyandera pimpinan partai politiknya. Aparat kepolisian yang menerima laporan ini langsung turun tangan,bekerjasama dengan aparat TNI, tim gabungan ini kemudian mengepung rumah yang telah dikuasai kelompok tak dikenal itu. Setelah peringatan tidak diindahkan,aparat gabungan pun melakukan penyergapan yang diwarnai kontak senjata. Sejumlah pelaku pun tewas tertembak dan sisanya diamankan petugas. Pimpinan parpol juga berhasil diselamatkan. Tidak berhenti disitu,aparat gabungan menemukan bom dalam rumah tersebut. Setelah dideteksi,bom tersebut akhirnya diledakkan di tempat yang aman. Ledakan ini sempat membuat warga di sekitar lokasi terkejut. Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Lukman Wahyu kepada wartawan mengatakan simulasi yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan saat pelaksanaan pemilu di Sulawesi Tengah. Sebanyak delapan ribu lebih aparat gabungan tni dan polri dikerahkan untuk pengamanan pemilu yang berlangusng 17 april 2019 mendatang.’’Jadi ada lebih 8000 personil gabungan TNI dan Polri kita kerahkan untuk mengamankan pemilu nanti,’’pungkasnya.Simulasi pemilu 2019 ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Ketua KPU Sulawesi Tengah, Tanwir Lamaming, Danrem 132 Tadulako, Kolonel Agus Sasmita dan sejumlah pejabat forkompinda Sulawesi Tengah.(sam)
Laporan: 
Sam