Sat, 07/20/2019 - 03:53

Kisah Risky,Korban Gempa Ketemu Idolanya di Inggris

Media Sulawesi | Tue, 05/14/2019 - 18:17
Muh Risky memegang bola yang telah dibubuhi tandatangan idolanya, Riyad Mahrez dan sejumlah bintang Manchester City.(sam)
SIGI-Gempa bumi,tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, 28 September 2018 silam tidak hanya membawa duka bagi Muhammad Risky dan keluarganya. Bencana yang merenggut nyawa ribuan warga ini membawa hikmah dan kebahagiaan bagi bocah berusia 13 tahun ini. Yah, dari bencanalah ia dipertemukan dengan pesepakbola idolanya, Riyad Mahrez,gelandang Manchester City.Saat ditemui di tempat pengungsiannya dengan bangunan yang hanya berukuran tiga kali dua meter dan berdinding seng di Kelurahan Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Selasa (14/5/2019) pagi, Risky menceritakan perjalanan bersama sang ayah menemui sang idola selama tujuh hari. Sebelum terbang ke Inggris, Risky dan ayahnya, Prabowo bertemu kedutaan besar Inggris untuk Indonesia di Jakarta. Selama di Jakarta, Risky mengaku mendapat pelayanan yang cukup baik dari pihak kedutaan.  Saat terbang menuju Inggris bersama ayahnya, ia didampingi seorang guide yang akrab disapa Ade. Perempuan inilah yang mengantar dan menjadi pemandunya selama berada di Inggris. Di tanah kelahiran Ratu Elizabeth inilah, Risky mewujudkan impiannya bertemu dengan sang idola Riyad Mahrez. Tidak hanya itu, Risky juga mendapat pelayanan dan fasilitas khusus dari manajemen klub Manchester City. Mulai dari tiket gratis masuk Ettihad Stadium serta nonton langsung idola bermain saat Manchester City berhadapan Leicester City. Bahkan ia masuk ke lapangan bergandengan tangan dengan pemain Manchester City.’’Semuanya seperti mimpi,’’kenangnya sembari tersenyum. Rasa bahagia bercampur haru itu pun tiba tatkala sang idola, Riyad Mahrez datang menemui dan menyapa Risky. Sambil memeluk Risky, gelandang andalan Manchester City itupun mengaku senang bisa ketemu. ‘’Senang Risky, akhirnya bisa ketemu disini. Saya masih mengingatmu,’’ujar Risky menirukan perkataan Mahrez.  Kegembiraan Risky tidak berakhir disitu. Ia juga mendapatkan sejumlah souvenir dari manajemen Manchester City mulai dari jersey,celana, sepatu,tas, syalf berlogo city hingga bola yang dibubuhi tandatangan sederet bintang Manchester City seperti Riyad Mahrez, Sterling, Aguero dan Da Silva. Hari-hari Risky bersama ayahnya di Inggris semakin mengesankan tatkala dia diajak jalan-jalan ke markas Liverpool, Everton dan Museum Bola.  Terwujudnya mimpi Riski berawal ketika 28 September 2018 silam. Saat itu ia tengah menonton pemain idolanya, Riyad Mahrez bertanding di salah satu warung internet tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba terjadi gempa dahsyat yang membuat bangunan tersebut rubuh dan menimpa badan Risky. Ia pun berteriak minta pertolongan dan akhirnya diselamatkan oleh pemilik warnet. Meski Risky mengalami luka serius di lengan dan kakinya sehingga harus mendapat perawatan serius di salah satu rumah sakit di kota Palu. Berita yang menimpa Risky terdengar oleh wartawan televisi asing asal Inggris yang kebetulan meliput gempa di kota Palu. Berita yang ditayangkan di Inggris  pun sempat disaksikan Riyad Mahrez yang kemudian menyampaikan keprihatinannya. Sepekan berselang, Mahrez mengirimkan jersey Manchester City kepada Risky.Kisah pilu Muh Risky ini mengetuk hati salah seorang dermawan di Inggris. Pengusaha tersebut  menyampaikan rasa simpatinya kepada Risky dengan mengajaknya ke Inggris untuk ketemu Riyad Mahrez. Segala biaya mulai tiket, akomodasi dan selama di Inggris ditanggung sang dermawan. Awal Mei 2019 lalu pun Riski dan ayahnya terbang ke Inggris dan bertemu dengan idolanya,Ryad Mahrez. Namun sang dermawan tak sempat bertemu dengan Risky karena sibuk.Prabowo,ayah Risky pun mengaku bersyukur dan tidak pernah membayangkan bisa terbang dan jalan-jalan ke Inggris. Prabowo berharap kelak anaknya bisa mewujudkan cita-citanya menjadi pemain bola profesional dan terkenal seperti idolanya. ‘’Semoga dia bisa jadi pemain bola terkenal juga. Meski juga harus tetap sekolah dulu.Sekarang dia masih mau masuk sekolah sepak bola dulu,’’ujarnya.(*)   
Laporan: 
Sam