Mon, 05/27/2019 - 02:44

Aliansi Pemuda Labuan Serukan Pemilu Damai

Media Sulawesi | Wed, 04/10/2019 - 10:22
DONGGALA-Pemilihan umum (pemilu) tinggal sepekan. Pesta demokrasi terbesar di negeri ini tidak hanya menentukan siapa presiden dan wakil presiden terpilih tapi juga wakil rakyat yang akan duduk selama lima tahun baik di DPRD tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun DPR-RI serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD).  Gegap gempita menjelang pesta demokrasi ini semakin terasa baik melalui media massa maupun media sosial. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ganggguan keamanan dan ketertiban di masyarakat jika tidak dikawal dengan baik. Untuk itu, semua pihak tentu berharap, pemilu yang berlangsung 17 April ini berlangsung dengan aman, damai dan lancar. Tak terkecuali kalangan anak muda di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala.  Terkait dengan itu, Aliansi Pemuda Labuan Lelea mengajak seluruh elemen masyarakat baik khususnya di Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala untuk mengikuti dan mengawasi pemilu dengan damai dan lancar. Pengurus Aliansi Pemuda Labuan Lelea, Mirwan menekankan agar masyarakat harus tetap rukun meski memiliki pilihan atau calon yang berbeda.’’Jadi kita harus tetap rukun meski calon yang kita pilih atau usung berbeda. Jangan karena pilihan berbeda, kita jadi berselisih atau memutuskan silaturahmi. Dalam melakukan kampanye, jangan saling menjatuhkan atau menjelek-jelekkan,’’tandasnya. Ia menekankan masyarakat agar legowo menerima dan mendukung siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti. Menurutnya, kedua pasangan yang akan ‘bertarung’ itu merupakan putra terbaik bangsa dan harus dihormati. Karenanya ia tidak ingin pemilu tersebut dicederai oleh ulah oknum tertentu yang berupaya mengganggu dan mengacaukan proses pelaksanaan maupun hasil pemilu. Mirwan juga mengingatkan kepada calon legislatif maupun tim sukses calon presiden untuk melakukan kampanye yang tertib, berintegritas tanpa hoax, ujaran kebencian, politisasi SARA dan politik uang. Ia juga  dengan tegas menolak segala upaya politisasi dengan  menggunakan simbol-simbol agama, suku maupun etnis dalam bentuk kegiatan politik praktis. (SAM)
Laporan: 
Sam