Mon, 05/27/2019 - 02:47

Karang Taruna Sulteng Konsisten Bantu Korban Bencana

Media Sulawesi | Mon, 04/15/2019 - 18:29
PALU- Proses pemulihan pasca gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala 28 September 2018 lalu masih terus dilakukan berbagai pihak. Upaya perbaikan infrastruktur, perekonomian maupun sektor lain yang terdampak bencana terus dilakukan. Tidak hanya pemerintah, pihak swasta, organisasi non pemerintah dan kemasyarakatan pun turun tangan.Seperti halnya yang dilakukan pengurus Karang Taruna Sulawesi Tengah yang turut berkontribusi membantu korban gempa bumi.  Ketua Karang Taruna Sulawesi Tengah Rico Djanggola kepada wartawan Senin (15/4/2019) mengatakan organisasi yang dipimpinnya sudah ambil bagian dalam membantu korban gempa, tsunami maupun likuifaksi baik sejak terjadinya gempa 28 September 2018 lalu hingga saat ini. Bantuan tersebut, lanjut Rico, terutama dalam bentuk logistik dan konsumsi kepada korban yang tersebar baik di Palu, Sigi dan Donggala. ‘’Jadi kita sudah lama ambil bagian dalam membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana. Kita salurkan sembako ke sejumlah tempat,’’tandasnya. Rico yang didampingi pengurus lainnya, Muh Tamrin Pettawali melanjutkan, meski gempa telah berlalu dan memasuki tahap pemulihan namun pihaknya tetap konsisten memberikan bantuan sesuai kemampuan yang dimilikinya. Ia memfokuskan bantuan pada sektor ekonomi sosial yang dinilai menjadi sektor vital dan membangun kembali daerah terdampak gempa berkekuatan 7,4 skala richter tersebut. Ia mencontohkan bentuk bantuan yang dijalankan saat ini yakni membantu petani garam di Kelurahan Talise. Saat gempa dan tsunami terjadi, kawasan penggaraman Talise memang ikut tersapu tsunami sehingga ratusan petani yang selama ini menggantungkan hidup dari air laut itu kehilangan pekerjaan. Karenanya, Rico pun turun tangan dengan mengerahkan alat berat untuk memperbaiki saluran air yang rusak akibat dihantam tsunami. Dengan berfungsinya kembali saluran air tersebut, tambahnya, diharapkan para petani garam bisa melanjutkan kembali usahanya yang terputus selama hampir enam bulan. Secara khusus ia berterima kasih kepada pemerintah daerah yang juga merespon dan membantu upaya dari pihak Karang Taruna Sulawesi Tengah tersebut. (SAM)
Laporan: 
Sam