Mon, 06/17/2019 - 17:55

Selamatkan Teluk Palu Lewat Aksi Tanam Mangrove

Media Sulawesi | Mon, 05/20/2019 - 17:54
Aksi tanam pohon mangrove di pesisir pantai Talise sebagai upaya penyelamatan kawasan Teluk Palu, Ahad (19/5/2019) pagi.(syamsuddin)
PALU-Berbagai pihak terus melakukan upaya penyelamatan terhadap kawasan Teluk Palu yang rusak parah diterjang tsunami 28 September 2018 lalu. Selain pemerintah, kalangan organisasi non pemerintah dalam maupun luar negeri serta komunitas pemerhati lingkungan pun ikut memberikan andilnya. Salah satu upaya tersebut melalui aksi tanam pohon bakau ( mangrove). Jejaring Mitra Kemanusiaan Oxfam bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Alam (KPA), pemerhati sejarah dan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tengah pun berinisiatif melakukan aksi tanam bakau (mangrove) di pesisir Pantai Talise, Ahad (19/5/2019) pagi. Sedikitnya 100 orang melakukan aksi tanam mangrove (bakau) di pesisir dekat kawasan Penggaraman Talise. Koordinator Livelihood Oxfam, Meilinarti kepada wartawan usai penanaman mangrove tersebut mengatakan aksi tersebut sebagai upaya untuk membangun kembali ketangguhan Teluk Palu dan Donggala yang rusak akibat gempa dan terjangan tsunami 28 September 2018 silam. Kondisi itulah yang mendorong dia untuk melakukan upaya perlindungan Kota Palu yang memang rentan terhadap bencana termasuk tsunami.Untuk itulah, ia bersama sejumlah pihak akan melakukan penanaman sebanyak 10 ribu pohon yang disebar di sejumlah titik di kawasan Teluk Palu seperti Pantai Talise dan Kampung Lere. ‘’Kita targetkan penanaman sebanyak 10 ribu pohon di sejumlah titik tersebut. Namun untuk hari ini, kita baru tanam sebanyak 310 pohon,’’bebernya.Pemilihan lokasi tersebut menurut Meylinarti karena beberapa alasan seperti secara literasi atau sejarah memang dulunya ini kawasan bakau (mangrove) dan  secara alami cocok tumbuhnya mangrvoe dan secara sejarah, dulu di lokasi ini merupakan kawasan mangrove. ‘’Jadi menurut sejarah tempat ini memang dulunya merupakan kawasan bakau atau mangrove,’’tambahnya.Salah seorang pimpinan Komunitas Pecinta Alam (KPA) Hendra HM Musilembah yang juga terlibat dalam aksi itu mengatakan kegiatan ini bertujuan selain menyelamatkan kawasan Teluk Palu yang rentan bencana juga terutama mengembalikan ekosistem semula dimana di tempat ini memang dulunya merupakan kawasan mangrove. Ia pun sepakat menolak rencana pemerintah melakukan pembangunan tanggul sebagai solusi penanganan kawasan Teluk Palu. ‘’Mangrove ini juga sebenarnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta nantinya bisa menjadi kawasan wisata. Selain memang harus diketahui kalau di lokasi ini punya sejarah bagi mangrove,’’ujar Hendra yang juga merupakan pemerhari sejarah Kota Palu.(sam)
Laporan: 
Sam
Tags: