Kacabjari Tinombo, Eko Raharjo

Parigi,mediasulawesi.com- Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tinombo, menyita sejumlah barang bukti penyalahgunaan Dana Desa Tahun 2018, oleh Kepala Desa Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini.Berupa Bingkai Ikan, Poskesdes serta laporan pertanggung jawaban dana desa.

Kacabjari Tinombo, Eko Raharjo, saat berada di Parigi mengungkapkan, dalam penyusunan rencana anggaran belanja desa ambesia Selatan tahun 2018, ditemukan pengadaan bingkai ikan yang tidak sesuai dengan penganggaran 62 juta lebih.”Pembuatan bingkai ikan itu baru 170 yang sudah jadi, sisanya masih sebatas kayu saja. Seharusnya ada 500 bingkai dalam pengadaanya, setelah dilakukan lidik ditemukan banyak barang yang belum dikerjakan,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan keterangan dari saksi-saksi, bahwa pekerjaan tersebut telah melewati dari waktu yang telah ditentukan. Bahkan mereka menambah bingkai ikan tersebut yang dikerjakan pada bulan Mei tahun 2019.

Padahal kata Eko, didalam peraturan menteri dalam negeri  nomor 113 tahun 2014 tentang dana desa, menjelaskan tahun anggaran berjalan dimulai dari satu Januari hingga akhir Desember ditahun yang sama, dan proses pelaporannya paling lambat satu bulan setelah 31 Desember.”Artinya pelaporannya itu bisa dikerjakan pada bulan Januari 2019 kemarin, aturan tersebut memberikan ruang kepada desa untuk memperbaiki pekerjaannya serta laporan,” jelasnya.

Selain bingkai ikan, Kacabjari Tinombo juga menyita pos pelayanan kesehatan desa (Poskesdes), setelah adanya peninjau yang dilakukan bersama dengan Polsek sekitar.  Ditemukan dalam ruangan tersebut belum memiliki mobiler, serta terlihat kotor belum juga dimanfaatkan, sementara anggarannya telah ditarik sejak 4 Oktober 2018.”Inikan menjadi aneh, masa waktu empat bulan segala fasilitas didalamnya belum terpenuhi, apa kendalanya,” jelasnya.

Sementara itu, khusus kantor desa pihaknya, tidak melakukan penggeledahan hanya saja pihak pemerintah desa yakni Sekretaris desa serta bendahara, langgsung menyerahkan dokumen LPJ yang dibutuhkan untuk dalam pemeriksaan selanjutnya.

Dari hari pemeriksaan, LPJ yang diterima belum melampirkan dari seluruh kegiatan yang berada di desa. Serta belum menyerahkan kepada pemerintah Kecamatan sebagai perpanjangan tangan pemkab.”LPJ ini belum melaporkan sejumlah bukti-bukti pekerjaan,” pungkasnya. (MAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here