Presentase pembangunan kembali Mall Tatura Palu oleh pihak PT CNE.(faiz)

Palu,mediasulawesi.com– Harapan masyarakat untuk hadirnya kembali pusat perbelanjaan di pusat Kota Palu segera terwujud. Menyusul akan dibangunnya kembali Mall Tatura yang sebelumnya ambruk akibat guncangan gempa bumi,28 September 2018 silam. Pembangunan mall yang terletak di bilangan Jalan Emmy Saelan ini pun dialokasikan sebesar Rp339 miliar.

Proses pembangunan Mall Tatura dibahas dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung di kantor DPRD Kota Palu,Jumat (2/8/2019) siang. Hadir dalam rapat tersebut manajemen Mall Tatura yang dipimpin Direktur Utama Citra Nuansa Elok, Muhammad S La  Anto. Sedangkan dari pihak DPRD Kota Palu diwakili anggota Komisi B antara lain Effendy dan Alimuddin H Bau. Hadir pula konsultan perencana dan ahli geologi.

Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Citra Nuansa Elok, Muhammad S La Anto memaparkan rencana pembangunan mall tatura. Saat ini, proses pembangunan mall tahap penyelesaian pembongkaran bangunan dan perencanaan yang telah mencapai 80 persen. Jika semua rampung, maka tahap pertama pembangunan ditargetkan mulai Desember 2019 mendatang. ‘’Saat ini tidak ada kendala dalam proses persiapan pembangunan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kita target Agustus ini semuanya sudah selesai,’’terangnya.

Soal anggaran, La Anto yang akrab disapa Memet  ini menyebutkan jika dana yang dibutuhkan sebesar rp399 miliar. Saat ini, pihak CNE sebagai pengelola Mall Tatura mengantongi dana sebesar rp87 miliar. Sisa anggaran yang dibutuhkan nantinya akan berasal dari pihak Ramayana, tenant nasional dan pinjaman bank.Menanggapi paparan itu, anggota DPRD Kota Palu, Effendy meminta pihak PT Citra Nuansa Elok untuk memastikan proses pembangunan yang melewati tahap perencanaan, pelelangan dan pelaksanaan bisa berjalan lancar.

Demikian halnya dengan kelengkapan ijin sesuai prosedur dan tidak melanggar Undang-Undang.Demikian halnya dengan anggota DPRD lainnya, Alimuddin H Bau yang meminta agar pembangunan Mall Tatura yang baru betul-betul menjadi aset potensial pemkot yang bisa bersaing dan memberikan manfaat. Selain itu juga diharapkan bisa memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah. ‘’Jadi tidak hanya pelaku usaha besar tapi juga ada ruang untuk pengusaha lokal di tempat itu,’’tekannya.(FAIZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here