Parimo,mediasulawesi.com-banyak cara yang dilakukan suatu pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi wisata yang dimilikinya. Sperti halnya yang dilakukan pemerintah kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah yang menggelar lomba panjat pohon kelapa sebagai ajang promosi wisata.Lomba ini sekaligus upaya mempertahankan tradisi sebagian rakyat parigi moutong yang berprofesi sebagai petani kepala.

Suasana di area perkebunan kelapa di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong menjadi ramai dan riuh. Mereka tidak sedang makan kelapa muda melainkan menyaksikan lomba panjat pohon kepala yang diikuti lebih tiga puluh peserta.Peserta tidak hanya dari daerah setempat tapi juga dari kabupaten sigi yang dikenal sebagai penghasil kelapa.

Cara lomba panjat pohon kelapa ini memang unik.Peserta tidak diminta berlomba untuk memetik buah kelapa melainkan kecepatan peserta untuk menggapai puncak kelapa yang tingginya lebih sepuluh meter tersebut. Untuk mengantisipasi kecelakaan saat memanjat, para peserta dilengkapi pengaman berupa tali layaknya lomba panjat tebing. Kriteria penilaian adalah kecepatan waktu.

Ketua panitia lomba Revi Tilaar menyampaikan kalau lomba panjat pohon kelapa tersebut adalah pertama kalinya digelar di provinsi Sulawesi Tengah. Sebanyak 35 peserta ikut dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari dan memperebutkan total hadiah dua puluh juta rupiah tersebut.

Lomba tersebut bertujuan untuk menjadi ajang promosi wisata di daerah kabupaten parigi Moutong. Lewat olahraga itu diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke daerah itu. Rencananya lomba panjat pohon kelapa ini akan menjadi event tahunan dengan jumlah hadiah yang lebih besar.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here