Dosen Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Ir Siti Sabariyah,M.Si

Palu,mediasulawesi.com-Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Alkhairaat (Unisa), terus meningkatkan kualitas dan mutu Pengabdianya pada masyarakat. Seperti yang terlihat baru-baru ini, dosen kedua perguruan tinggi itu terjun langsung kelapangan memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pupuk cair dari urine sapi kepada kelompok masyarakat desa Dolago Padang, melalui Program Kemitraan Wilayah (PKW) dengan judul  ”Pengembangan Usaha Tani Terpadu Berbasis Zero Waste Agriculture di Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong”.

Menurut ketua tim PKW Burhanuddin Nasir,  kegiatan itu bertujuan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki secara baik dan arif untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui pengembangan usaha pertanian terpadu dan berkelanjutan.

Dosen Untad itu mengatakan, melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKW) yang diketuainya, berbagai program telah dimasukkan dalam rencana kegiatan tahun pertama untuk tahun anggaran 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, melalui pelaksanaan program non RPJMD dan program RPJMD  yang telah disepakati bersama. “dalam kesepakatan itu, kami diberikan kewenangan melakukan berbagai jenis pelatihan yang berorientasi pada ekonomi produktif melalui bahan baku local, juga melakukan penguatan kelembagaan masyarakat melalui berbagai pelatihan Capacity Building,”katanya.

Dosen Universitas Alkhairaat (Unisa), Ir. Sitti Sabariyah,  pada media ini, Senin(02/9) mengatakan, pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sangat mengapresiasi program-program mereka, bahkan dimasukkan dalam program RPJMD yakni, pelatihan teknologi pertanian budidaya tanaman pangan dan hortikultura yang meliputi, pelatihan teknologi budidaya tanaman pangan dan hortikultura berdaya hasil tinggi.

Selain itu, kata mantan Ketua LPPM Unisa itu, mereka juga dipercayakan memberikan pelatihan pembuatan dan pengembangan saprodi berbahan baku lokal, baik pupuk organik maupun pestisida, pelatihan lokal pengendalian hama dan penyakit tanaman pangan dan hortikultura berbasis PHT dan pelatihan sekolah lapang komoditi pangan dan hortikultura.

“alhamdulillah repon Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Bappelitbangda sangat luar biasa, kami juga diberikan kesempatan memberikan pelatihan teknologi pertanian tanaman perkebunan, yang meliputi pelatihan teknik budidaya tanaman perkebunan berdaya hasil tinggi, pelatihan pengendalian hama dan penyakit tanaman perkebunan,”jelasnya.

Selain itu, pelatihan pengembangan pupuk organic berbahan baku limbah tanaman perkebunan, pelatihan teknologi peternakan yang meliputi pelatihan pengembagan pakai hijauan dan pelatihan inseminasi buatan (IB) pada ternak sapi.

Yang tak kalah pentingnya kata Sabariyah, pelatihan teknologi integrasi tanaman dan ternak, yakni pelatihan perpaduan teknologi pertanian dan peternakan dalam satu kesatuan usaha.’’juga yang baru-baru ini kami lakukan yakni pelatihan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan berupa demplot dan demonstrasi teknologi yang berkenaan dengan materi pelatihan,”tutupnya. IWANLAKI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here