Akbar, pendamping keluarga terduga jaringan teroris saat memberikan keterangan pers,Rabu (4/9/2019) sore.(sam)

Palu,mediasulawesi.com-Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes  Polri menangkap tiga terduga jaringan teroris di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (3/9/2019) malam. Ketiga terduga jaringan teroris yang ditangkap diketahui berinisial ZA, AR dan AP. Aparat juga menyita sepucuk senapan angin dan dokumen milik ketiga terduga jaringan teroris tersebut.

Penangkapan ketiga terduga jaringan teroris tersebut bermula dari penangkapan ZA,di Jalan Trans, Tawaeli,Kota Palu, Selasa sore. Dari penangkapan itu kemudian malam harinya dilakukan pengembangan dan tertangkaplah dua warga jalan Malaya, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu masing-masing ap dan AR. Mereka ditangkap oleh petugas bersenjata dengan berpakaian preman.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Lukman Wahyu mengatakan ketiga terduga teroris tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di kota palu dan masih didalami apakah masuk dalam kelompok Santoso atau bukan.’’Kami masih dalami apakah mereka masuk kelompok jaringan Santoso,’’ujarnya singkat.

Menanggapi penangkapan itu,istri dari dua terduga teroris mengajukan keberatan dan melapor ke komda HAM Sulawesi Tengah. Mereka memprotes penangkapan yang dinilai tidak prosedural. Selain itu istri terduga teroris keberatan atas pelecehan seksual yang dilakukan tim densus 88 tersebut.

Akbar,pendamping keluarga terduga jaringan teroris tersebut mengaku telah mengajukan laporan ke komnas ham terkait penangkapan yang dianggap tidak prosedural. Alasannya,petugas bersenjata lengkap yang jumlahnya sekitar sepuluh orang ini tidak mengenakan seragam dan tidak membawa surat penangkapan dan penggeledahan.

Sementara itu, Risna dan Resky, istri dua terduga jaringan teroris yang ditangkap mengaku keberatan dengan perlakuan tim densus tersebut. Alasannya,saat digerebek dalam rumah,keduanya setengah telanjang. Namun aparat mengabadikan gambar melalui kamera telepon seluler. Ia telah melarangnya namun tidak diindahkan oleh petugas tersebut. Keduanya pun membantah suaminya sebagai terduga teroris karena selama bekerja sebagai buruh bangunan. ‘’Saya jamin suami saya tidak terlibat seperti yang dituduhkan. Dia selama ini hanya kerja sebagai buruh bangunan,’’ujar Risna diamini Reski. (faiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here