Pendongeng, Muh Ingrid saat menghibur anak-anak TK/PAUD Melati di komplek Huntara, Kelurahan Tondo.(sam)

SUASANA belajar anak-anak TK-PAUD Melati,Komplek Hunian Sementara (Huntara) Kelurahan Tondo,Kecamatan Palu Timur mendadak riuh. Salam disertai tepuk tangan menyambut kedatangan tamu berusia 20-an tahun sembari menenteng tas rangsel berukuran sedang. Yah, dialah Muhammad Ingrid E.Dalesa,pemuda yang sudah sepuluh bulan mengabdikan diri sebagai penghibur anak-anak lewat cerita dongeng .

Anak-anak semakin bersemangat ketika Ingrid, sapaan akrabnya mengeluarkan sebuah boneka dari dalam tasnya. Yah, boneka yang diberi nama Cilo inilah yang menjadi parner ‘bicara’nya ketika menghibur anak-anak di huntara,di sekolah-sekolah maupun tempat dia diundang. Aksinya ini mengingatkan kita artis Ria Enes dengan bonekanya, Susan tahun 90-an silam. Hanya kurang lebih 40 menit Ingrid memainkan cerita dipadu suara uniknya. Namun itu cukup mengocok perut anak-anak maupun guru yang sejak awal ikut menjadi pendengar.

Bagi Ingrid, melakoni profesi sebagai pendongeng memang tak mudah. Maklum profesi ini terbilang langka di Kota Palu.Terlebih pekerjaan itu belum bisa jadi pegangan hidup. Namun naluri kemanusiaanlah yang mendorongnya membantu anak-anak korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi untuk pulih dari trauma. Ajakan bergabung dengan Komunitas Kampung Dongeng Indonesia pun diterimanya Nopember 2018 lalu. Dua bulan pasca bencana yang menelan ribuan nyawa manusia tersebut.

Sejak itu,ia belajar dan melakukan pendampingan terhadap anak-anak korban bencana terutama yang berdiam di hunian sementara (huntara).Ia keliling dari satu huntara ke huntara lainnya. Anak-anak yang dihiburnya pun tak tentu jumlahnya.Selain itu, ia menyasar sekolah-sekolah yang terdampak gempa. ‘’Awalnya memang sasaran kami, adalah anak-anak di huntara. Kami berusaha menghibur mereka . Membuat mereka senang dan tertawa agar melupakan kesedihan dan trauma dari bencana itu,’’kenang alumni FKIP Universitas Tadulako ini sembari tersenyum.

Lalu, bagaimana kiat membuat anak-anak tertarik dan terhibur? Ingrid mengakui kalau cerita atau dongeng yang diangkat memang variatif. Tidak hanya sifatnya menghibur tapi juga menimbulkan kesan bagi anak –anak. Ini membuat anak-anak menjadi tertarik dan antusias ketika dia datang ke huntara. Mereka langsung menyapa dan menarik tangan Ingrid untuk mendongeng.

Kerja keras Ingrid yang kini dibantu sejumlah rekannya mulai membuahkan hasil. Kini ia tak hanya mendatangi anak-anak di huntara dan murid-murid sekolah yang terdampak gempa. Ia pun mendapat undangan dari sejumlah pihak untuk memberikan hiburan lewat mendongeng. Bahkan tidak hanya di Kota Palu, Ingrid keliling ke Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong untuk memenuhi undangan menghibur.‘’Alhamdulillah, kegiatan kami sudah cukup banyak. Kami melakukan dongeng keliling, ada program kado peduli,’’akunya.

Ia bersama 23 rekannya di Kampung Dongeng Palu berharap setidaknya misi kemanusiaan yang diemban itu bisa membantu memulihkan traumatik anak-anak di wilayah Pasigala yang terdampak bencana. Agar bisa bangkit, ceria dan melupakan kenangan pilu 28 September 2018 tersebut.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here