FOTO : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu H Ansyar Sutiadi,S.Sos,M.Si (kedua dari kanan) saat ,membuka workshop pendampingan dapodik LKP Sulteng, Senin (16/9/2019) kemarin.(SYAMSUDDIN)

Palu,mediasulawesi.com-Sebanyak 40 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang tergabung dalam wadah Forum Pengelola LKP (FPLKP) Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti workshop pendampingan pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kursus dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Tengah di Hotel Gajah Mada Palu, Senin (16/9/2019) . Kegiatan selama dua hari ini dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu H Ansyar Sutiadi,S.Sos,M.Si. Hadir pula Kepala Seksi Program dan Sumber Daya BP PAUD dan Dikmas Sulawesi Tengah,H Agus,S.E,M.Pd dan Ketua PKBM Provinsi Sulawesi Tengah Dr Gatot Margono.

Ketua DPD Forum PLKP Sulawesi Tengah Amrin Lamatolo,S.Sos dalam laporannya menyampaikan workshop pengisian dapodik yang digelar ini merupakan kerjasama dengan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI dengan DPD Forum PLKP Sulawesi Tengah. Sebanyak 40 LKP yang diwakili masing-masing tenaga operatornya ikut dalam kegiatan tersebut.

Adapun tujuan kegiatan selama dua hari itu lanjut Amrin tak lain untuk membantu pengelola atau pimpinan LKP dalam mengisi data pokok kependidikan (dapodik) di lembaga kursus dan pelatihan masing-masing. Selain itu, peserta diharapkan bisa mensosialisasikan atau membantu melakukan pendampingan pengisian dapodik kepada LKP di daerah masing-masing.. Ia menyebutkan di Sulawesi Tengah, ada ratusan LKP dari berbagai jenis keterampilan namun sebagian besar tidak mengisi dapodiknya. ‘’bahkan di Kota Palu pun demikian. Sangat banyak yang tidak aktif mengisi dapodiknya. Padahal kalau itu tidak dilakukan, LKP tersebut bisa dicabut keaktifannya,’’jelasnya.

Sedangkan Kepala Seksi Program dan Sumber Daya BP PAUD dan Dikmas Sulteng H Agus,SE,M.Pd menyampaikan persoalan dapodik memang menjadi perhatian serius pihaknya baik dalam meningkatkan kualitas maupun eksistensi lembaga tersebut. Disebutkan, dari 415 LKP yang ada di Sulteng, baru 189 yang memiliki NPSN karena melakukan pengisian dapodik secara aktif. ‘’Sisanya sebanyak 226 LKP yang dinon aktifkan NPSN nya.Jadi ini memang jadi perhatian serius kami dan kami mengapresiasi kegiatan Forum PLKP Sulteng hari ini,’’tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu H Ansyar Sutiadi,S.Sos,M.Si dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan itu menekankan agar pimpinan atau pengeloa LKP betul-betul memperhatikan peningkatan kualitas lembaganya. Ia menyebutkan bantuan pemerintah baik dalam bentuk program PKW maupun PKK setiap tahunnya cukup besar sehingga tentunya diharapkan bisa menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil di bidangnya. Kadis mengakui telah cukup banyak LKP yang berhasil namun tidak sedikit pula yang belum berhasil dan masih bergantung pada bantuan pemerintah. ‘’Yah, memang sy akui sudah banyak yang berhasil. Tapi banyak juga yang masih istilahnya on of. Nanti jalan kalau ada bantuan pemerintah,’’bebernya.

40 LKP yang menjadi peserta kegiatan antara lain berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Tolitoli, Tojo Una Una dan Kabupaten Banggai.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here