Peneliti Untad memegang bibit kakao (ist)

Sigi,mediasulawesi.com-Tim Pengabdi dari Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad), menyebutkan kualitas biji kakao melalui sambung pucuk  di Desa Bakubakulu, Kecamatan Palolo,  Kabupaten Sigi, kualitasnya sangat baik. Tidak heran kalau desa itu menjadi  sentra penghasil kakao di Sulawesi Tengah. Hal itu dikemukakan oleh Abdul Hapid pengabdi asal Universitas Tadulako (Untad), baru-baru ini di Palu.

Sayangnya kata Hapid, saat ini hasil produksi kakao  mulai menurun dikarenakan pertumbuhan tanaman kakao yang kurang baik, biji buah yang dihasilkan berukuran kecil, tanaman dan buah kakao mudah terserang hama dan penyakit.

Menurut dia, untuk menghindari masalah itu, perlu penanganan secara serius melalui kegiatan pembibitan tanaman kakao yang baik. Ia menyebutkan, upaya untuk meningkatkan produktivitas bibit tanaman kakao  dilakukan melalui pengkajian teknologi inovasi baru yang terarah dan berkelanjutan, yaitu perbanyakan bibit secara vegetative melalui metode sambung pucuk.”kegiatan pembibitan kakao dan sambung pucuk pada bibit kakao kami lakukan dipersemaian tanaman kehutanan yang dikerjasamakan antara Untad dengan Kemenristek Dikti melalui Program pengabdian skim PPDM di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi,”katanya pada MAL dua hari lalu.

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan kegiatan digunakan metode sambung pucuk. Bibit kakao yang digunakan dalam kegiatan sambung pucuk sebagai batang bawah adalah bibit yang dibibitkan langsung dipersemaian, sementara sumber entres diperoleh dari pertanaman kakao masyarakat di Desa Bakubakulu dari tanaman kakao jenis Klon 45.

Senada dengan ketua tim, Wardah, mengatakan,  hasil yang dicapai dari kegiatan  pengabdian itu yakni, tersedianya bibit tanaman kakao yang dibibitkan langsung dipersemaian.

Selain itu juga  tersedianya bibit tanaman kakao hasil sambung pucuk. Dari rangkaian kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kualitas bibit kakao hasil sambung pucuk sangat ditentukan oleh kualitas batang bawah dan entres yang digunakan serta keberhasilan sambung pucuk dipengaruhi oleh faktor cuaca, waktu pelaksanaan dan teknik pelaksanaannya.

Kegiatan pengabdian itu juga melibatkan Kelompok Tani Lestari yang diketuai Agus Muliadi dan tim pengabdi lainnya Sudirman Dg. Massiri dan Hamka dari Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako.IWANLAKI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here