Palu,mediasulawesi.com – Setelah setahun bencana, para penyintas masih menyisakan kesedihan dan rasa kehilangan yang mendalam. Bencana gempa bumi, Tsunami dan Likuefaksi pada 28 September 2018 lalu, menjadi cambuk besar bagi masyarakat Sulteng untuk bangkit. Tidak ada kata lain, selain bangkit dari duka ini.

Tidak semua penyintas yang hidup dalam suka. Masih ada diantara mereka dirundung duka. Karena mengingat istri, suami dan sanak saudaranya yang menjadi korban bancana alam itu. Duka mereka adalah duka kita bersama.
Peristiwa setahun lalu, tentu saja tidak hilang begitu saja diingatakan kita. Rasa pilu, sedih dan kehilangan orang yang kita cintai masih saja menghantui. Namun, semua itu, tidaklah berubah jika kita sendiri tidak mau bangkit dan merubah diri kearah lebih baik.

Sebagai penggambaran kehidupan, dan dampak visual akibat bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu bersama Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional (Perum LKBN) Antara akan menggelar Pameran Foto setelah setahun bencana.
Pameran ini menjadi wadah para jurnalis foto untuk mengembangkan hasil karyanya. Juga menjadi titik acuan prospek untuk menampung kegiatan fotografi yang sangat kompleks dan cukup dapat mewarnai atmosfer dunia foto.
Pameran Foto dengan tema Sulteng Bangkit ini, digelar 26, 27, 28 September 2019 di lapangan Vatulemo Kota Palu. Adapun rangkaian pameran foto karya jurnalis setahun setelah bencana 28 September 2018 di Sulteng ini, salah satunya yakni diskusi fotografi, menghadirkan Jurnalis Foto LKBN Antara, Oscar Motuloh. Dalam diskusi ini bakal dibahas terkait memotret di Lokasi Bencana. Diskusi ini sendiri bakal digelar 27 September 2019, pukul 09.00 WITA di Lokasi Pameran Foto Sulteng Bangkit Lapangan Vatulemo.
Dalam kegiatan ini, panitia memamerkan berbagai karya pewarta foto Kota Palu, terkait semangat kebangkitan di wilayah Palu, Sigi dan Donggala. “Kami memang sengaja tidak menampilkan foto-foto bencara dan kengerian saat bencana, namun foto-foto yang dapat menunjukan semangat masyarakat Palu, Sigi dan Donggala untuk bangkit setelah setahun bencana,” ungkap Ketua PFI Palu Rony Sandhi didampingi Ketua Panitia Pameran, Moh Rifki.
Sementara itu Kepala Biro Antara Sulteng, Rolex Malaha mengungkapkan, kegiatan ini turut dihadiri Oscar Motuloh yang merupakan Kurator dan Jurnalis Foto Antara, yang ingin berbagi pengalaman bersama para fotografer di Kota Palu. “Saat bencana di Palu kebetulan Oscar juga turut ikut meliput dan menginisiasi penggalangan bantuan untuk Pasigala,” sebut Rolex. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here