Satgas TMMD ke-106 membangun kantor tiga pilar di Desa Ogoalas, Kecamatan Tinombo.(ist)

Parimo,mediasulawesi.com– Satuan tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 kembali melaksanakan salah satu program fisiknya, yakni pembangunan kantor tiga pilar. Kantor yang nantinya digunakan bersama oleh kepala desa,babinkantibmas dan babinsa ini terletak di Desa Ogoalas,Kecamatan Tinombo dengan ukuran 4 x 4 meter.

Komandan Kodim 1306/Donggal Kolonel Widya Prasetyo kepada wartawan mengatakan pembangunan kantor tiga pilar tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat maupun aparat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa tersebut dengan cara musyawarah dan mufakat.  Di kantor berukuran empat kali empat meter itu, kata Dandim, akan ditempati bintara pembina desa (babinsa), bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkantibmas) serta kepala desa Ogoalas.

Kantor tiga pilar tersebut, lanjut Dandim, memang menjadi salah satu prioritas dalam program TMMD ke-106 kali ini. Terlebih melihat topografi Desa Ogoalas yang memang membutuhkan sarana untuk mendapatkan pelayanan lebih dekat. ‘’Yah, memang pembangunan kantor tiga pilar ini menjadi prioritas atau program utama kami. Kami harapkan sarana ini nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini mungkin kesulitan mendapatkan pelayanan secara cepat . Mengingat letaknya yang cukup jauh dari pusat kota kecamatan,’’urainya.

Disebutkan pula, selain Desa Ogoalas, dua desa lainnya yakni Lombok dan Patingke merupakan bagian dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Parigi Moutong sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah bekerjasama dengan TNI melalui kegiatan kemanunggalan. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sejajar dengan desa lainnya. Program ini tentunya juga merupakan upaya pemerataan pembangunan yang tidak hanya difokuskan di perkotaan.

Dandim menambahkan, pembangunan kantor tiga pilar tersebut juga sebagai bentuk akselerasi desa dalam mengaktifkan kembali deteksi dan pencegahan dini serta sinergita dengan seluruh komponen guna meminimalisir potensi-potensi yang dapat menimbulkan permasalahan atau konflik di desa. Termasuk mengantisipasi kemungkinan masuknya aliran atau faham  radikal.’’Termasuk mengatasi permasalahan terorisme dan radikalisme serta aktivitas yang bisa menggangu stabilitas keamanan daerah tersebut,’’kuncinya.

Selain program fisik, TMMD ke-106 ini juga melaksanakan program non fisik berupa penyuluhan berwawasan kebangsaan, bela Negara, pencegahan faham radikal, penyuluhan narkoba, serta penyuluhan kantibmas.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here