Kapolres Sigi AKBP Wawan Kurniawan didampingi Wakapolres, Kompol Morik saat memberikan keterangan pers terkait kasus pembakaran lapas (sam)

Sigi,mediasulawesi.com-Aparat kepolisian resort Sigi kembali menangkap delapan tersangka kasus pembakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Palu di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi,29 september 2019 lalu. Sebanyak delapan tersangka yang diamankan dan enam tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO)

Tertangkapnya para tersangka kasus pembakaran lapas ini berdasarkan pengembangan dari tersangka yang ditangkap sebelumnya. Mereka ditangkap di sejumlah tempat berbeda seperti di Kota Palu, Parigi Moutong, Sigi dan Donggala. Saat diamankan, para tersangka yang juga narapidana ini tidak melakukan perlawanan.

Kapolres Sigi Ajun Komisaris Besar Polisi Wawan Kurniawan mengatakan dengan tertangkapnya delapan orang tersebut berarti aparat kepolisian bersama kemenkumham telah mengamankan 40 narapidana yang berhasil kabur usai pembakaran sel tahanan tersebut. Sementara itu enam orang diantaranya kini berstatus buron termasuk satu diantaranya pelaku utama pembakaran berinisial Y.

Terkait motif pembakaran lapas tersebut terungkap kalau para narapidana mengaku kesal atas janji remisi yang akan diberikan pasca gempa 28 september 2019 lalu. Selain itu juga karena sikap pimpinan lapas yang dianggap terlalu tegas menjadi pemicu para narapidana untuk kemudian menyusun rencana kabur. ‘’Jadi masih ada enam orang yang berstatus buron dan saat ini dalam pengejaran aparat kami,’’jelasnya.

Kapolres yang didampingi Wakapolres Sigi, Kompol Morik menyampaikan pula atas perbuatan itu, para tersangka dikenakan pasal 187 dan 170 KUHP yakni pembakaran dan pengrusakan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sementara itu, salah seorang narapidana yang terlibat kasus pembakaran tersebut, Tenri mengaku kalau aksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap napi lainnya yang bersatu untuk kabur.Ia membantah melakukan aksi itu karena tekanan dari narapidana lain. Tenri sendiri merupakan narapidana yang dipindahkan dari lapas petobo palu atas kasus pembunuhan berencana di kabupaten Morowali. ‘’Saya menyesal telah melakukan itu semua,’’ujarnya saat ditanya wartawan. (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here