Dandim 1306/Donggala Kolonel Inf Widya Prasetyo mengendarai motor bak crosser melintasi salah satu jembatan gantung menuju Desa Ogoalas.(ist)

PARIMO- Keputusan pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Kodim 1306/Donggala memilih Desa Lombok,Desa Ogoalas dan Patingke, Kecamatan Tinombo sebagai lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 memberikan kesan dan pengalaman berharga bagi 150 prajurit TNI yang menjadi satuan tugas (satgas) dalam program andalan Mabes TNI tersebut.

Mereka tidak hanya akan mendapatkan teman baru dan kesan berharga dengan sesama warga tempatnya bertugas. Di sisi lain, mereka akan mendapatkan pengalaman tersendiri khususnya jalur lintasan menuju lokasi sasaran. Jalur yang dilalui memang bukan hal yang mudah. Prajurit TNI selain dituntut punya stamina yang prima juga menguji adrenalin mereka karena melintasi jalan yang mendaki, terjal dan lereng bukit yang berbahaya. Terpeleset sedikit bisa membahayakan pengendara jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua tersebut.

Komandan Kodim 1306/Donggala Kolonel Infanteri Widya Prasetyo pun mengakui beratnya medan yang harus dilalui menuju lokasi sasaran terutama ke Desa Ogoalas dan Patingke. Orang nomor satu di Kodim 1306/Donggala ini pun harus menguji kebolehannya layaknya crosser untuk melintasi jalan maupun jembatan gantung yang cukup menguras stamina dan konsentrasi saat dilintasi. ‘’kalau menuju lokasi itu sekaligus menyalurkan hobby sebagai mantan crosser,’’ujarnya bercanda.

Namun Dandim juga mengaku senang karena selain bisa mendapatkan pengalaman baru di pelosok kabupaten Parigi Moutong juga bisa menikmati pemandangan dan udara segar menuju lokasi sasaran TMMD. Yah, berada di ketinggian, pengendara bisa melihat Kota Tinombo dari ketinggian dengan pemandangan yang menakjubkan. Sangat cocok bagi, pecinta alam maupun yang hobby berpetualang.

Tak hanya Dandim yang mengakui medan TMMD 106 kali ini. Pasiter Kodim 1306/Donggala Kapten Infanteri Sjafroni Saselah pun sebelumnya mengatakan kepada wartawan kalau lokasi TMMD ke-106 tersebut cukup menantang. Bahkan ia mengakui selama pengalaman bertugas dalam program TMMD, baru kali ini merasakan medan yang cukup menantang. ‘’Selama saya bertugas di program TMMD, baru kali ini dapatkan lokasi yang cukup menantang. Ini baru betul-betul lokasi TMMD. Selama ini, boleh dibilang relatif mudah,’’nilainya.

Pasiter menambahkan kalau medan yang sulit dan lokasi yang masuk ke pedalaman akan menjadi pengalaman berharga bagi para satgas TMMD. ‘’Mereka setidaknya akan mendapatkan pengalaman tinggal di desa atau daerah yang memang masih jauh dari pusat keramaian. Tidak ada listrik apalagi, jaringan internet dan telekomunikasi. Untuk berkomunikasi dengan sanak saudara di kota, mereka harus turun ke kota kecamatan,’’bebernya.(SAM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here