Rakerda Nasdem Morowali Utara di Kolonodale, 25 Oktober 2019.(ist)

KOLONODALE-Keberhasilan Partai Nasdem Sulteng menjadi pemenang pada pemilihan legisatif 2019 tidak perlu terlalu lama dirayakan, namun harus segera diberi catatan dan koreksi agar tetap menjadi penyambung lidah rakyat. Karena itu Partai Nasdem melakukan Rapat Kerja Daerah diseluruh wilayah Sulawesi Tengah.


Penegasan ini disampaikan Ketua DPW Nasdem Sulteng, Atha Mahmud, saat membuka Rakerda Nasdem Morowali Utara di Kolonodale, 25 Oktober 2019.
“Mengapa Rapat kerja daerah ini kita gelar lebih cepat. Bahkan disaat lawan-lawan politik belum bangun dari mimpi 2019. Kita sudah kembali menyabit rumput. Semua ini kita lakukan, agar kita tidak terjebak dengan euforia, kegembiraan, dan perasaan menang yang terlalu lama. Hari ini, evaluasi, sinergitas, dan peletakan gagasan dalam kerangka kerja politik dalam nuansa baru akan kita susun. Partisipasi, catatan, dan pikiran-pikiran kawan-kawan kader sekalian menjadi sangat berharga untuk menentukan jalannya roda organisasi dan perjuangan politik Partai NasDem,” tegas Atha Mahmud.

Oleh karena itu, lanjut Atha Mahmud, pekerjaan sebagai petugas partai, baik itu yang sedang berada di Parlemen, di struktur partai, sayap-sayap partai, badan partai, maupun kader, harus dapat kita jawab di masa mendatang dengan satu prinsip dasar: garis politik partai NasDem yang berlandaskan pada Garis-garis Besar Haluan Partai NasDem
“Maka dari itu jangan biarkan ada kesalahan sekecil apapun. Rakyat harus kita berikan teladan, contoh yang benar-benar nyata, membangun keyakinan rakyat, bahwa, partai NasDem, bekerja untuk rakyat, untuk tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta,” tegas Atha Mahmud.

Terkait 2020 sebagai momentum Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati termasuk di Kabupaten Morowali Utara, DPW Partai Nasdem Sulteng menyatakan sikap berdasarkan posisi politik Partai NasDem saat ini. “Ditunjang dengan citra politik kita, saya kira tidak ada salahnya bila kita punya mimpi menapaki jalan eksekutif. Tawaran politik kita yang begitu kuat ini, akan menjadi energi yang sia-sia, kalau kita tidak bisa mendorong salah satu kader untuk ikut merasakan “panas dinginnya” pertarungan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Morowali Utara. Langkah minimumnya, kita bisa mendorong salah satu kader jadi Wakil Bupati.
Saya kira, kalau ini menjadi tawaran politik, maka calon sahabat bertanding bisa memikirkan ini,” kata Atha Mahmud.

Untuk pemilihan gubernur DPW Partai Nasdem tidak pernah bergeser dari ketetapan hanya mengusung Ahmad H. Ali sebagai satu-satunya calon yang akan diusung. Rakerda yang berlangsung sehari penuh diikuti 10 DPC Partai Nasdem Morowali Utara, Sayap Partai, ABN. (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here