Lembaga Kemanusiaan Global Aksi Cepat Tanggap (ACT) jumat pagi mendistribusikan enam ribu liter air bersih.(ist)

PALU-Ratusan jiwa pengungsi yang tinggai di kompleks Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Mamboro Induk, Kota Palu, Sulawesi Tengah, keluhkan kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya mesin pompa air yang disediakan di huntara itu rusak dan tidak bisa lagi menyedot air bersih dari sumur.

Salah seorang pengungsi yang tinggal di Huntara itu Lia (49), mengatakan mereka  kesulitan mendapatkan air bersih sejak tiga bulan terakhir.Menurutnya mesin pompa air yang disediakan  di huntara itu tidak bisa lagi menyedot air bersih karena rusak.“ Sudah tiga bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara kami hanya menumpang dari air kantor Kecamatan yang jaraknya dari huntara kami kurang lebih 200 meter” kata lia kepada tim ACT jumat pagi.

Lia juga mengatakan pasokan air bersih dari Kantor kecamatan itu tidak mampu memenuhi kebutuhan 75 Kepala Keluarga di Huntara tersebut.
“Kalau air tidak cukup biasanya kami mencuci pakaian di rumah kami sebelumnya yang rusak dihantam tsunami  yang jaraknya kurang lebih satu kilometer dari huntara ini,” tambahnya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi di hunian sementara itu, Lembaga Kemanusiaan Global Aksi Cepat Tanggap (ACT) jumat pagi mendistribusikan enam ribu liter air bersih.Setiba di lokasi distribusi, sejumlah ibu rumah tangga yang  membawa ember mulai mengantre. Tak hanya itu sejumlah relawan ACT yang melakukan distribusi juga mengisi tando air yang berkapasitas ribuan liter.

Sumarni, Salah satu pengungsi korban tsunami yang tinggal di Huntara itu mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh ACT.
“ Alhamdulillah bantuan air bersih ACT ini dapat meringankan beban kami khususnya kebutuhan air bersih kami setia harinya,” ungkanya.

Sementara itu Kepala Cabang ACT  Cabang Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah mengemukakan distribusi air bersih kembali dilakukan sejak seminggu terakhir.Nani sapaan akrabnya mengatakan distribusi air bersih itu dilakukan di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan kabupaten Donggala. Setiap harinya sebanyak enam ribu liter air didistribusikan. Distribusi air bersih ini juga merupakan berkat kerja sama antara ACT dan blili.com.

“ Setahun pascabencana salah satu problem yang hingga kini masih dialami oleh para penyintas adalah air bersih. Kami berharap dari bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk peduli terhadap sesama khususnya warga yang terdampak bencana alam pada 28 September silam,” Pungkasnya.

Distribusi air bersih tidak hanya dilakukan di hunian sementara namun juga didistribusikan di wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan seperti di Desa Soulowe dan Desa Maranata Kabupaten Sigi.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here