Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Dr Lukman Najamuddin didampingi panitia pelatihan Applied Approach yang berlangsung di Media Center Untad, 28 Oktober-1 Nopember 2019.(sam)

PALU-Sebanyak 54 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah mengikuti pelatihan Applied Approach (AA) Angkatan II Tahun 2019. Pelatihan tersebut berlangsung mulai 28 Oktober 2019 hingga 1 Nopember 2019 di Media Center, Kampus Universitas Tadulako Palu.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr Achmad Herman dalam laporannya menyampaikan pelatihan Applied Approach (AA) kali ini merupakan program angkatan II yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Universitas Tadulako. Peserta tidak hanya dosen Universitas Tadulako tapi juga dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu dan Kabupaten Tolitoli. ‘’Jadi ini merupakan pelatihan AA angkatan kedua di Universitas Tadulako. Pesertanya tidak hanya dari Untad tapi juga dari perguruan tinggi lain,’’jelas Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Untad tersebut.

Rektor Universitas Tadulako yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Lukman Najamuddin dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan kalau pelatihan AA tersebut merupakan bagian dari peningkatan kompetensi dosen yang saat ini memasuki era 4.0. Sekaligus menjadi solusi dalam pengayaan keterampilan tentang pembelajaran secara keseluruhan.

Lukman menekankan tugas dosen tidak hanya sekadar mentransfer ilmu kepada mahasiswanya tapi juga berperan mentransfer nilai dan karakter. ‘’Dalam pembelajaran, kadang dosen lebih suka kalau dia dipahami oleh mahasiswa. Padahal mestinya dosenlah yang harus memahami karakter mahasiswanya.Karakter ini terkait gaya berfikir baik secara lateral (kreatif) maupun vertikal (kritis),’’jelasnya.

Sementara itu Prof Dr Muhammad Basir,S,E,M.S yang tampil sebagai pemateri membahas tentang bagaimana strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Mantan rektor Untad dua periode ini memaparkan bahwa salah satu unsur penting dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi adalah tenaga sumber daya manusia dalam hal ini dosen. Dan dosen tersebut haruslah memiliki kapasistas personal yang menguasai content, delivery maupun suasana pembelajaran. Selain itu, seorang dosen harus bisa adaptability.

Selain Prof Muh Basir, dalam pelatihan tersebut tampil pula sebagai pemateri Prof Mery Napitupulu yang memaparkan profesionalisme dan etika dosen.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here