Meski disegel warga, pengurus KONI Parigi Moutong tetap beraktivitas.(ist)

PARIGI- Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Parigi Moutong, beralamat di Jalan Kampali, kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kamis (31/10) disegel warga. Penyebabnya, warga yang mengklaim pemilik lahan M. Lamakarau meminta penyelesaikan tunggakan pembayaran.Bangunan yang berdiri dimasa pemerintahan Donggala, yang kemudian diserahkan kepada pemerintah Parimo, namun lahan tersebut belakangan menjadi bermasalah.

Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Badja yang dikonfirmasi Rabu (31/10) menanggapi, terkait penyegelan yang dilakukan oleh warga untuk merupakan hak mereka, sebab gedung yang dijadikan kantor merupakan pemberian Pemda Parimo, sehingga penyelesaian di pemerintah daerah.”Ada beberapa aset Pemda Parimo termasuk kantor Koni dinilai bermasalah, untuk menyelesaikannya Bupati akan menggunakan pengacara,” kata Faisan yang juga wakil ketua DPRD Parimo.

Meskipun terjadi penyegelan, kata dia, pihaknya masih terus melakukan aktifitas seperti biasanya, sejumlah perlengkapan saat ini tersimpan didalam kantor tersebut.”Anggota kami masih masuk kekantor, mereka masih bekerja seperti biasanya,” terangnya.

Ia mengaku sempat bertemu dengan pemilik lahan yang mengaku telah memegang sejumlah dokumen atas lahan tersebut, sehingga informasi tersebut telah disampaikan kepada Bupati Parimo.

Untuk itu, langkah yang akan diambil Pemerintah kabupaten Parimo dalam hal ini bupati akan mengambil langkah menempuh jalur hukum.Bahkan kata dia, bupati tidak mempersoalkan keputusannya berada di pengadilan, siapa yang kalah dan menang atas gugatan yang dilayangkan.”Kalau bupati tidak mepermasalahkan kalau mereka memiliki bukti, karena setelah kembali dari luar daerah akan dipanggil pengacara untuk membahaspersoalan tersebut,” tutupnya. (satri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here