Ketua KPU Palu Agussalim Wahid menekan tombol sirene pertanda dimulainya pemilihan walikota dan wakil walikota Palu di Lapangan Walikota Palu, Jumat (8/11/2019) malam.(sam)

PALU – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Palu resmi meluncurkan pemilihan walikota dan wakil walikota sebagai bagian dari tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palu tahun 2020. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Vatulemo Jumat (8/11/2019) malam dirangkaikan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua KPU Kota Palu  Agussalim Wahid  dalam sambutannya mengatakan tahapan Pilkada sudah dimulai . Dengan demikian genderang Pilkada sudah dimulai dan harus ditabuh sekeras-kerasnya, sehingga dapat diketahui oleh semua warga Kota Palu secara masif. KPU Kota Palu, lanjutnya, akan melakukan sosialisasi secara masif dan melakukan pendidikan pemilih kepala warga Kota Palu. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar dalam Pilkada Kota Palu tahun 2020 partisipasi pemilih bisa meningkat.

Suksesnya pilkada nanti,jelas Agus, bukan hanya dilihat dari partisipasi masyarakat mendatangi TPS, tapi bagaimana partisipasi seluruh warga Kota Palu mengikuti seluruh rangkaian pemilihan mulai dari memastikan dirinya terdaftar di DPT, menelusuri rekam jejak calonnya sehingga bisa menjadi referensi untuk memilih. Selain itu harus bisa memastikan agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan di TPS.’’Hadirnya seluruh masyarakat Kota Palu dan berpartisipasi dari awal hingga akhir akan sangat membantu dalam hal peningkatan partisipasi pemilih. Inilah yang kami harapkan dari KPU Kota Palu,” terangnya.

Diakui dalam pelaksanaan pemilihan walikota Palu sebelumnya secara grafik menunjukan tren penurunan secara nasional, tapi khusus pemilihan Walikota Palu memiliki tren yang baik. Ia menyebutkan  perbandingan Pilkada Kota Palu tahun 2010 dan 2015. Pada tahun 2010 partisipasi pemilih sebanyak angka 59,6 persen. Sementara tahun 2015 mencapai angka 61,17 persen atau naik 1,4 persen.Hal itu, menurutnya menjadi pekerjaan rumah bagi KPU Kota Palu dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan mengikuti tren angka Pemilu 2019 yakni berada pada angka 86 persen.

Agus mengharapkan semua kontestan bisa menciptakan demokrasi yang sehat, sehingga bisa melahirkan pemilihan yang berkualitas.Selain itu tidak menyebarkan berita hoax sehingga bisa menimbulkan perpecahan. IA juga mengingatkan masyarakat untuk saling menghargai, karena perbedaan merupakan suatu rahmat. ‘’kita berharap masyarakat Kota Palu tidak lagi terpancing dengan isu-isu yang tidak benar,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulawesi Tengah Syamsul Y Gafur, dalam sambutannya meminta KPU Palu tidak hanya sekedar mengejar target peningkatan partisipasi pemilih. Namun juga menciptakan pemilu yang bermartabat.“Kalau partisipasi tinggi, tapi jumlah suara yang tidak sah juga tinggi. Maka hal ini tidaklah jauh berbeda dengan angka partisipasi yang rendah. Saya harap pendidikan politik serta pemahaman kepada pemilih menjadi perhatian serius,”tandasnya.

Peluncuran pemilihan walikota dan wakil walikota ini ditandai dengan penekanan tombol serene. Peluncuran ini turut dihadirii Kapolres Palu, para ketua dan anggota KPUD Donggala, ketua dan anggota KPUD Sigi, ketua dan anggota KPUD Parigi Moutong, ketua dan anggota KPUD Morowali Utara, Bawaslu, perwakilan Partai Politik, Anggota DPRD Kota Palu dan Komisioner KPUD Provinsi Sulteng. (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here