Muhammad Rifki saat menerima penghargaan APFI di Meusem Galeri Jurnalitik Antara, Jakarta, Jumat 6 Desember 2019. Foto : Opan Bustan PFI Palu

Jakarta,mediasulawesi.com, – Muhammad Rifki, jurnalis asal Kota Palu yang juga anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI)  Palu meraih penghargaan foto terbaik pada Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2019 di Jakarta, Jumat (6/12/2019). Penganugerahan foto diberikan atas dedikasinya mengabadikan momen bencana alam tsunami dan Gempa Palu, 28 September 2018 lalu. 

Rifki yang sehari-harinya bekerja di Harian Mercusuar Palu ini berhasil menyabet  juara pertama penghargaan foto dalam kategori Foto Stori News berjudul “Saat Tsunami dan Gempa Menerjang, “. Foto yang bercerita tentang saat datangnya tsunami,  kondisi masyarakat kala itu dan penanganan medis seadanya.  Dalam foto itu pula,  Masyarakat harus berlarian menyelamatkan diri, bahkan ada ibu melahirkan dalam mobil ambulance dan sejumlah korban gempa dan tsunami dievakuasi ke rumah sakit.”Foto tsunami ini,  saya ambil sekira pukul 18.28 wita.  Jadi sekira 20 menit setelah kejadian saya sudah memotret mengabadikan momen ini,”ungkapnya. 

Saat gempa dan tsunami melanda Palu,  ia sempat terjebak di dalam gedung. Setelah berhasil  menyelamatkan diri,  barulah ia memutuskan menekan shutter kameranya untuk merekam segala sesuatu yang terjadi disekitarrnya. “Yang ada dipikiran saya,  saya harus selamat dulu baru motret.  Alhamdulillah,  saya selamat.  Meski saat memotret masih ada rasa takut dan trauma, “kenangnya. 

Ajang bergengsi bagi pewarta foto seluruh Indonesia ini,  diikuti sebanyak 243 fotografer dengan karya foto sebanyak 1550.  Tahun ini APFI dibagi dalam lima kategori yakni Spot News,  General,  People in the news,  Environment and Nature dan Art and Entertaiment.  Masing-masing kategori pewarta foto bisa mengirimkan karya foto stori atau cerita dan single news. 

Sementara itu,  ketua panitia APFI 2019, Muhammad Adimaja mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.  Bukan sekadar ajang untuk mencari nominal semata,  melainkan mengangkat nama baik dan profesionalisme para pewarta. 

Ketua Dewan Juri APFI,  Oscar Motuloh mengungkapkan,  tugas pewarta tidak mudah. Hasil APFI diharapkan punya nilai terhadap kemajuan fotografi.  Foto-foto jurnalistik bukan tentang masalah lalu tapi masa depan.  Ia berharap pelaksanaan APFI kedepan lebih baik dengan karya lebih beragam.  (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here