Direktorat Polairud Polda Sulteng berhasil mengamankan satwa langka dan dilindungi yakni Penyu (f

Palu, Mediasulawesi.com – Direktorat Polairud Polda Sulteng berhasil mengamankan satwa langka dan dilindungi yakni Penyu di perairan Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah usai melakukan konferensi pers di Mako Polairud Polda Sulteng Wani hari Senin (9/12/2019) pagi.

Berawal dari tugas patroli Polairud unit Luwuk pada hari Selasa (3/12/2019) pagi, petugas mendapati sebuah kapal tanpa nama yang dinahkodai oleh pria berinisial RL di perairan Desa Bone Puso, Kecamatan Bulagi Selatan. Setelah mengamankan kapal tersebut, petugas menggeledah dan menyita satwa dilindungi jenis penyu hijau.

Direktur Polairud Polda Sulteng, Kombes Polisi Rathana mengatakan dari hasil penyitaan dan telah dilakukan penyidikan sementara, total 23 ekor penyu hijau yang diamankan, dua diantaranya telah mati.“Penyu disita dari tangan salah seorang penduduk lokal, penyu jenis hijau itu rencananya akan dipasarkan di wilayah Bali dan beberapa wilayah lainnya.” Kata Rathana.

Lanjut Rathana, kisaran harga penyu hijau hasil sitaan petugas jika dipasarkan berkisar mulai dari 600 ribu hingga jutaan rupiah. Total kerugian hasil penyidikan Polairud terkait kasus tersebut sebesar Rp.10.200.000.Dari kejadian itu, petugas telah mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam tindakan melanggar hukum tersebut. 

Selain itu, Polairud Polda Sulteng juga berhasil mengungkap kasus Destructive Fishing tanggal 2 Desember 2019 lalu yaitu penangkapan 1 kilogram ikan dengan cara menebarkan racun yang juga menyebabkan rusaknya terumbu karang.

Selama tahun 2019, Direktorat Polairud Polda Sulteng mengungkapkan jumlah kerugian negara akibat kasus Destructive Fishing dengan total 1 milyar 51 juta 252 ribu rupiah. (Faiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here