Salehuddin, SP. M.Si.(IST)

BANGSA Indonesia sebentar lagi akan merayakan hari Ibu.  Tanggal 22 Desember setiap tahun adalah tititk puncak hari kebanggaan bagi kaum ibu.  Berbicara tentang ibu, sangat banyak yang perlu kita renungkan.  Perjuangan, pemgabdian, pembimbingan, pemgasuhan, pembinaan dan sederet fungsi yang dijalankan seorang ibu pada anak dan keluarganya, semua dilakukannya dengan tanpa pamrih, tanpa keluh-kesah, tanpa ingin dipuji, tanpa paksaan, seluruhnya ikhlas, tulus dan penuh amanah, peran itu dijalankannya.  Ibu memang merupakan sosok yang penuh kelembutan, penuh kasih sayang, penuh nilai-nilai luhur yang dapat dicontoh.  Betapa nestapanya hidup kita tanpa ibu, kita akan jauh dari kelembutan, kita akan terseok untuk mencari potret teladan, kita akan terperosok kedalam kenistaan, semuanya karena ibu yang dapat mewarnai putih hitam hidup kita.

Peran ibu dalam pendidikan anak memang tidak dapat dipungkiri.  Kita tentunya pernah membaca, menonton, atau mendengar, ada seorang ibu yang menyandang status sebagai single parent, namun berkat kegigihannya, ia berhasil membawa anak-anaknya menjadi  manusia seutuhnya, berhasil dalam kehidupan, menjadi orang besar dan terpandang., serta dihormati banyak orang.   Helen Keller pernah berkata “ Ibu adalah teladan nyata bagi kita, perannya bagi kehidupan kita ibarat lampu penerang kegelapan”.  Pernyataan tersebut sepantasnya dan patut ia berikan pada ibunya, karena berkat ketekunan pengasuhan dan kasih sayang ibunya, meskipun ia penyandang disabilitas (buta dan tuli), namun akhirnya berhasil menjadi tokoh dunia, sebagai penulis, tokoh politik, dan dosen.  Peran ibu memang sangat diperlukan sejak anak berusia dini.  Peletakan dasar kehidupan anak sebagai the golden age sangat ditentukan oleh peran ibu.  Sejak dalam kandungan, anak telah diasuh dengan kasih sayang oleh ibu, hingga anak lahir ke dunia, kasih ibu semakin tercurah kepadanya.  Karena itu, pantaslah jika ibu meripakan orang pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak. 

Pengasuhan oleh ibu kepada anak-anaknya, memang merupakan pekerjaan yang sangat berat.   Mengapa demikian ? mengasuh anak adalah menjaga anak yang belum mampu mendiri mengurus urusannya sendiri, mendidik, menjaganya dari hal-hal yang merusak ataupun yang membahayakannya,   Pengasuhan utama  adalah hak bagi kaum wanita, sehingga kaum ibu  lebih berhak daripada ayah.  Walaupun demikian diperlukan kerjasama antara ayah, keluarga, dan orang sekitar.   Masa pengasuhan adalah masa-masa penting dalam pembentukan akhlak, adab, dan kebiasaan-kebiasaan positif bagi anak.

Pengasuhan oleh ibu untuk pembentukan karakter anak di usia dini, senantiasa diwarnai dari ajaran agama yang dianut.  Dalam Islam, seorang ibu akan mengasuh dan mendidik anaknya berdasarkan Al Qur’an dan Hadist.  Pola pengasuhan seperti yang dilakukan Luqman pada anaknya, tak lain adalah untuk memberikan didikan agar anak senantiasa mensyukuri nikmat Allah, perintah untuk tidak menyekutukan Allah SWT, selalu berterima kasih pada orang tua, menanamkan pada anak akan adanya balasan akhirat, perintah untuk shalat, mengerjakan amar ma’ruf nahi munkar yaitu mengerjakan kebaikan dan mencegah kemunkaran, sabar, dan tidak sombong.  Keseluruhan karakter/sifat diatas, sangat besar dilakoni oleh ibu sebagai sosok yang sangat dekat dengan anak.

Di hari ibu, kita perlu menfeedback kembali tentang esensi peran dan fungsi kaum ibu dalam keluarga, khususnya dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak untuk pembentukan karakter mereka dimasa depan.  Karakter yang terbangun dari anak sebagai hasil didikan ibu, tentunya telah diformulasikan oleh ibu sebagai the best anak.  Misalnya dengan ibu memberikan waktu bermain playtime yang banyak bagi anak, maka anak akan banyak bereksplorasi, bersosialisasi, berimajinasi secara sehat, belajar mengambil keputusan, belajar kreatif, dan berpendapat.  Dengan ibu memberikan literasi dan  kisah-kisah moral, melalui cerita, maka anak akan tahu mana yang benar dan mana yang salah, dia juga nantinya anak akan mempunyai perspektif positif.  Demikian pula, dengan ibu memberikan sikap disiplin pada anak sejak dini,  maka anak akan peka dan respek dan toleran terhadap orang lain.  Dengan ibu yang senantiasa melakukan aktivitas bersama anak, maka karakter tangguh dan bertanggung jawab anak akan terbentuk.  Anak akan belajar menangani stresnya, bekerja secara efisien dan efektif, serta mengikuti aturan, menjalin hubungan dengan keluarga, serta mengajarkan keterampilan hidup yang penting bagi mereka di masa depan.  dengan ibu menjauhkan anak dari bermain gadget atau screentime, maka anak akan dapat bersosialisasi secara nyata, anak akan tidak menjadi pribadi ego, tertutup, dan pribadi anak tidak akan tergantung pada stimulus visual dunia maya.  Ibu yang lembut, bijak, bertanggung jawab, tangguh, dan hebat telah membuktikan itu, dan sedikit demi sedikit hasilnya telah terlihat, di keluarga, komunitas, bangsa dan negara, anak-anak Indonesia telah mampu berkarya nyata, itulah hasil didikan ibu, utamanya ibu Indonesia.  Selamat hari ibu (Salehuddin,S.P, M.Si, Pamong Belajar / Widyaprada pada UPT BP PAUD dan Dikmas Sulawesi Tengah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here