Mulya, hanya bisa pasrah dengan penyakit kanker payudara yang menderanya sejak tujuh tahun lalu.(egi)

PASANGKAYU – Sudah tujuh tahun lamanya, Mulya (60) warga Dusun Tinonto Desa Letawa Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu harus bertaruh nyawa melawan penyakit kanker payudara yang menderanya. Karena himpitan ekonomi, perempuan tua ini tak mampu berbuat banyak dan hanya bisa pasrah sembari menunggu uluran tangan para dermawan.


Ketiadaan biaya membuat Mulya tak bisa mendapatkan pertolongan medis. Parahnya, selama ini pemerintah setempat seolah tutup mata dan tak mengetahui jika ada warganya yang kesusahan melawan penyakit kanker ganas itu.

Media ini meluangkan waktu menyambangi kediaman Mulya bersama Laskar Sedekah 10.000 Kabupaten Pasangkayu ke Dusun Tinonto, Senin (6/1/2020). Kondisi kesehatan ibu paruh baya ini semakin menurun, dan sesekali mengeluhkan rasa sakit di bagian payudara sebelah kiri.“Sakit sekali, lebih sakit daripada melahirkan anak,” ucap Mulya begitu mengeluhkan penyakitnya ke wartawan.


Ia mengaku bahwa selama satu tahun terakhir dirinya bahkan tidak bisa tidur saat malam hari maupun  siang karena menahan rasa sakit benjolan besar disertai adanya nanah yang keluar di buah dadanya itu.“Sudah satu tahun ini, saya merasakan sakit. Saya hanya bisa diam,” katanya lagi.

Darmi, adik ipar Mulya menuturkan pihak keluarga tidak bisa berbuat banyak, karena keterbatasan ekonomi, surat-surat penting lainnya yang umumnya dibawa ke Rumah Sakit ketika berobat seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS juga semuanya tidak ada. “Kartu Keluarga dan BPJS tidak ada. Jadi ketika kita mau bawa berobat ibu Mulya juga selalu takut. Alasannya karena biaya yang tidak ada,” akunya.

Ditambahkan,selama ini, belum ada pihak pemerintah, ataupun dari pihak kesehatan yang datang memberikan layanan pertolongan pertama.

Di tempat yang sama, Ketua Laskar Sedekah 10.000 Kabupaten Pasangkayu, Muslimah menyampaikan bahwa setelah mengetahui adanya warga yang kurang mampu terkena penyakit kanker ganas, timnya baru dua kali turun ke Desa Letawa untuk menyemangati pihak keluarga menghadapi penyakit itu.“Dia ini seorang nenek yang lagi sakit dan hanya tinggal di rumah saudaranya. Dengan kondisinya seperti ini, kami coba melakukan penggalangan untuk membantu pengobatannya,” ujarnya.


Dalam dua hari terakhir, kata Muslimah, Laskar Sedekah 10.000 Kabupaten Pasangkayu sudah berhasil mengumpulkan dana dari para dermawan yang memberikan donatur.“Sementara yang bisa kita lakukan adalah meringankan beban pihak keluarga untuk kebutuhan sehari-harinya,” pungkasnya. (EGI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here