Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu,Herman Yunus.(egi/mediasulawesi.com)

PASANGKAYU-Pekerjaan proyek renovasi pembangunan jembatan gantung “Raiye” yang dinilai dikerjakan asal-asalan akhirnya sampai di telinga wakil rakyat di gedung DPRD Pasangkayu. Jembatan yang terletak di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu itu pun mendapat respon anggota dewan.

Salah satu anggota anggota DPRD Pasangkayu, Herman Yunus, ikut menyesalkan adanya pekerjaan jembatan yang kelihatan tidak sesuai dengan nilai dana yang dikucurkan.

Anggaran yang digelontorkan cukup besar dan menggunakan Anggaran APBD yang diambil dari pajak Masyarakat.”Pembangunan jembatan ini menggunakan APBD dari pajak masyarakat dan peruntukannya pembangun akses jalan demi kesejahteraan Masyarakat. Sangat disayangkan kalau temuan teman-teman di lapangan itu benar, soal pekerjaan yang dinilai asal-asalan,” kata Herman Yunus, melalui via telpon, Sabtu sore (8/2/2020).

Anggota DPRD dari partai PPP itu, mengaku pernah meninjau lokasi pekerjaan jembatan tersebut. Namun berdasarkan pantauannya ,pekerjaan tersebut terjadi perubahan perencanaan berdasarkan permintaan warga setempat agar dapat dilewati roda 3, hingga dari perencanaan awal lebar 2 meter menjadi 3 meter.”Seharusnya dinas terkait saat melakukan perencanaan lebih cermat dan turun langsung ke lapangan mencari tahu apa yang menjadi keinginan Masyarakat. Jangan asal merencanakan hingga saat pelaksanaan tidak menjadi polemik dan kesannya pekerjaan tersebut asal-asalan,” ujarnya.

Herman Yunus juga mempertanyakan safety jembatan tersebut. Karena dalam pengawasannya, dirinya melihat bahwa bahaya mengancam pengguna jembatan tersebut disaat melewatinya.”Harusnya dalam sebuah pekerjaan jembatan juga memperhatikan safety bagi penggunanya saat melaluinya,” tandasnya.

Sebelumnya masyarakat menilai proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Pasangkayu itu, dikerja asal-asalan. Pasalnya ada beberapa bahan tak layak juga dipaksa tetap digunakan.Untuk diketahui pekerjaan jembatan gantung yang menelan anggaran sebesar Rp. 394.072.000 itu, dikerjakan oleh pihak CV Libra Abadi selaku pelaksana proyek dengan menggunakan anggaran tahun 2019. (EGI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here