Kepala Satuan Resnarkoba Polres Mamuju Utara Inspektur Satu Polisi Ronald Suhartawan Hadipura STK, SI SH MH.(egi/ms)

PASANGKAYU– Semakin meningkatnya kasus HIV/AIDS di Pasangkayu, ternyata  menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga diwacanakan untuk dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) demi pencegahan menyakit berbahaya itu.

Kepala Satuan Resnarkoba Polres Mamuju Utara Inspektur Satu Polisi Ronald Suhartawan Hadipura STK, SI SH MH, memiliki cara pandang tersendiri dalam pencegahan kasus HIV/AIDS.“Pertama saya menyambut baik adanya wacana pembuatan Perda oleh anggota dewa, terkait pencegahan HIV/AIDS ini, saya punya usulan dan itu sudah saya sampaikan di DPRD,” katanya kepada mediasulawesi.com, Rabu (12/2/2020).

Disampaikan bahwa melalui Rapat Pertemuan di ruang aspirasi DPRD Pasangkayu, ia sudah menyampaikan gagasanya terkait penanggulangan HIV/AIDS. Salah satunya adalah dibuatkanya Perda jarum suntik.“Karena kita tahu penyebaran penyaki ini (HIV/AIDS) dapat melalui jarum Suntik. Nah kalau dilakukan pembatasan penjualan jarum suntik, saya pikir itu adalah salah satu pencegahan,” paparnya.

Menurut Kasat Narkoba yang baru beberapa bulan menjabat ini, ketika itu dimasukkan dalam Perda maka ada sanksi yang bisa menjerat para penjual bebas jarum suntik.“Bagaimana pemberian sanksinya, misalnya dengan ancaman pidana selama 6 bulan dan denda 50 juta setiap penjual yang terbukti melakukan pelanggaran,” terangnya.

Ditambahkan ketika Perda ini berlaku, maka masyarakat boleh membeli jarum suntik ketika mengantongi yang namnya resep dokter dari dokter.“Perda ini baru wacana, silahkan teman-teman di DPRD merapatkan itu, yang jelas kami meyakini kalau ada pembatasan penjual jarum maka bisa memperkecil penyebaran HIV melalui jarum suntik,” pungkasnya. (EGI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here