Mahir Malik,Ketua RT 002 Kelurahan Tondo (ist)

PALU-Penanganan korban bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di wilayah Palu,Sigi dan Donggala hingga kini belum juga kelar. Akibatnya nasib korban bencana yang sebagian besar kini tinggal di huntara masih terkatung-katung dan terus menunggu kejelasan dari pemerintah.

Keresahan tersebut juga dialami warga Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur. Di Kelurahan Tondo,banyak korban bencana yang saat ini masih menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap maupun bantuan dana stimulant. ‘’Saya selaku ketua RT 002/RW 003 Kelurahan Tondo sudah cukup banyak menerima keluhan dari warga yang menjadi korban bencana. Ini mestinya harus disikapi serius pemerintah baik dari kelurahan, BPBD, PUPR maupun Pertanahan,’’ungkap Mahir Malik Ketua RT 002 Kelurahan TOndo kepada media ini Rabu (12/2/2020) pagi.

Mahir menegaskan kondisi warga tersebut jika tidak ditanggapi serius bisa memicu terjadinya gangguan kantibamas, pelanggaran hokum lainnya. Menurutnya hal itu wajar karena selama ini masyarakat menuntut kejelasan dalam mendapatkan haknya terutama untuk hunian tetap (huntap) baik dari pemerintah maupun yang dibangun pihak swasta (Budha Tzu Chi),red). Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Mahir terpanggil mengajak warga, lembaga swadaya masyarakat termasuk komunitas dan LSM Siga Lei (Siga Merah) untuk membantu memperjuangkan dan melindungi hak-hak warga khususnya masyarakat Kelurahan Tondo.

Mahir menekankan jika dalam penanganan Huntap harus mengutamakan korban gempa secara langsung dengan skala korban gempa Parah kemudian korban yang lainnya. Selain itu ia akan memperjuangkan/pembebasan Tanah Ulayat yg dikuasi HGB untuk pemukiman masyarakat.’’Saya meyakini ketimpangan penangan Korban Gempa sejak awal hingga massa pemulihan ini dilakulkan oleh oknum – oknum tertentu yang sengaja mengambil suatu keuntungan baik untuk Pribadi atau kelompok, dimana para pemimpin pemerintahan Daerah maupun Pusat menerima laporan Palsu,’’tandasnya.

Ia menambahkan upaya yang dilakukan itu tetap melalui prosuder yang benar dan meminta  warga tidak bertindak anarkis agar tujuan tercapai situasi kemananan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Secara khusus ia menyampaikan terima kasihnya kepada pihak kepolisian yang telah dengan baik menjaga dan melayaninya bahkan telah beberapa kali menjadi mediator antara pihaknya dengan pemerintah DPRD, pihak perusahaan pemilik HGU, bahkan menjadi mediator langsung dalam menyelesaikan masalah masalah yang terjadi. ‘’Dengan ini kami akan selalu bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk menjaga situasi Kamtibmas di kota Palu yang kita cintai bersam,’’pungkasnya.(sam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here