Warga Pakava berunjuk rasa menuntut perbaikan jalan di daerahnya.(egi/mediasulawesi.com)

PASANGKAYU – Sejumlah warga dari Desa Pakava Kecamatan Pasangkayu yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pakava (AMP) menggelar aksi damai dengan berkeliling di Kota Pasangkayu, Sabtu (22/2/2020).


Aksi yang dipimpin  oleh Amiruddin Dahlan ini, selain mengajak masyarakat mensukseskan Pilkada 2020, juga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam pembangunan Infrastruktur jalan.“Kami meminta keseriusan Pemkab Pasangkayu terkait pembangunan Infrastruktur jalan, sebab tahun kemarin Dinas PU telah melakukan pengukuran volume, namun sampai hari ini belum terealisasikan. Ada apa,” tanya,” Kades Pakava, Jaya dalam orasinya.

Selain itu, kata Kades Pakava, persoalan perbatasan antara Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), meminta kepada pemerintah agar ada jalan keluarnya berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 60 Tahun 2018.“Saya sudah pernah ke Kemendagri bahwa akan ada dana pembangunan Infrastruktur, anggarannya melekat di provinsi dan dititipkan di Pemkab Pasangkayu sebesar 1 Milyar,” jelasnya.


“Tapi itu tidak ada sampai saat ini, sehingga warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pakava (AMP) turun melakukan aksi Damai,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR), Budiansya, mengaku bahwa penundaan pekerjaan itu karena alasan anggaran.“Kalau ada anggara ada, pasti kami kerjakan. Tidak mungkin mau dialihkan ke tempat lain,” jelasnya.


Ia menambahkan, bahwa selama ini, tidak dana BKK dan Povinsi yang masuk untuk dititipka di daerah.“Kalau tidak percaya, silahkan tanya ke Pak Sekda, sebagai ketua Banggar,” tandasnya. (EGI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here