BUDIYANSYA ST

PASANGKAYU– Pemerintah Kabupaten Pasangkayu melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan upaya dalam mewujudkan akses masyarakat terhadap air bersih.

Hal tersebut, dikemukakan oleh Kepala Dinas (Kadis) PUPR Budiyasa ST, terkait hal-hal yang menjadi kebutuhan mendasar di semua wilayah Pasangkayu, disisah periode Agus-Saal.“Kebutuhan mendasar kita saat ini, adalah air bersih di semua wilayah Kabupaten Pasangkayu,” ungkap Budiansya, kepada wartawan baru-baru ini.

Dikatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan mengenai air bersih sudah selalui dijumpai ketika dirinya maupun secara kelembagaan Dinas PUPR melakukan kunjungan kerja ke masyarakat.“Hampir semua wilayah baik melalui kepada desanya, dusunya, setiap kami turun lapangan itu pertanyaanya bagaimana air bersih,” katanya.

Disampaikan untuk Kabupaten Pasangkayu, prinsipnya sebagian wilayah yang membutuhkan air bersih memang sudah punya ketersediaan sumber air sendiri, tapi ada juga beberapa wilayah tidak memiliki sumber air.
Namun, kata Budi, bukan disitu yang menjadi permasalahannya sehingga sampai saat ini, PUPR masih sulit mewujudkan pembangnan ketersediaan air bersih sesuai yang diharapkan masyarakat.“Sepanjang ada sumber air, kita tinggal buatkan data base-nya berapa estimasi kebutuhan perwilayah dan wilayah tidak memiliki sumber iar kita data dan mencari yang terdekatnya. Cuma yang menjadi kendala kita, lagi-lagi mohon maaf saya bilang ya masalah anggaran,” tuturnya.

Menurutnya untuk menuntaskan pembangunan ketersediaan air bersih, maka PUPR sedikitnya memerlukan biaya hingga dari 20 M per kecamatan, dan ketika itu dikalikan maka biaya disiapkan bisa mencapai sekitar 240 M.
“Sementara kita hanya mendapat 150 M pertahun, maka kami akan dinilai tidak bekerja jika semua mau difokuskan ke air bersih, pasti tidak mengaspal tidak kerja jalan dan lain-lain,” paparnya.

Meski demekian, Kadis PUPR tetap optimis jika pengelolaan air bersih di pasangkayu bisa dikelola dengan profesional maka akan dapat meningkat PAD kabupaten Pasangkayu.“Kalau pengelolaan air bersih ini, kita kelola dengan baik PAD kita bisa meningkat. Dan semua ini kita bisa lakukan, misalnya kita  tangani satu kecamatan dulu setelah tuntas baru ke kecamatan yang lain,” pungkasnya. (EGI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here