Polres Mamuju Utara berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu terbesar di Lariang.(egi/mediasulawesi.com)

PASANGKAYU– Satuan Narkoba Polres Mamuju Utara berhasil mengungkap jaringan bandar sabu di Kecamatan Lariang Kabupaten Pasangkayu dengan barang bukti sebesar 32,89 gram dan uang puluhan juta rupiah.Ini merupakan pengungkapan terbesar selama ini di wilayah tersebut.

Kapolres Mamuju Utara AKBP Leo H Siagian SIK MSc, yang memimpin konfrensi pers di Baruga Panaluang Polres Matra Jumat (06/03/2020) kemarin, menyebutkan penangkapan terhadap terduga bandar bernisial MS alias Tanda ini, sekaligus menjadi tangkapan paling besar dalam beberapa waktu terakhir.“Ini hasil penangkapan tersebesar,” katanya di hadapan puluhan wartawan.

Didampingi, Kasat Narkoba Inspektur Satu Polisi Ronald Suhartawan Hadipura STK SIK MH, dan Kapolsek Baras AKP Rigan Hadi Nagara SIK, menyampaikan pengkapan kasus narkoba jenis sabu terjadi di Dusun Bulupao Desa Kulu, Kecamatan Lariang, yang diawali adanya informasi akan ada pesta sabu disana.“Awalnya ada informasi akan ada pesat sabu, sehingga Kapolsek dan Babinsa langsung berkoordinasi ke Kasat Narkoba untuk dilakukan penyelidikan sehinga langsung dilakukan penangkapan dan penyitaan barang bukti di TKP,” jelasnya.

Kapolres merinci di tangan terduga bandar telah disita barang bukti sekitar 32,89 gram narkoba, terdiri dari satu sachet plastik besar berisikan kristal bening dengan berat bruto 24, 90 gram, 1, satun sachet plastik sedang dengan berat bruto 5,49 gram, 4, empat sachet plastik kecil berat bruto 2,5 gram.“Juga ada timbangan dan 200 lembar sachet kosong lengkap dengan alat hisap sabu,” jelasnya.

Tidak hanya, sabu, uang tunai sebesar Rp 7.100.000, juga berhasil diamankan oleh pihak Polres Matra.“Untuk tersangka kami jerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman sekurang-kurangnya 6 tahun sampai 20 tahun,” tandasnya.

Usai acara Press Release, Kasat Narkoba Inspektur Satu Polisi Ronald Suhartawan Hadipura, menyebutkan penangkapan tersebut, adalah yang paling besar yang pernah terjadi di lariang dan yang memang sudah menjadi target.“Iya, ini adalah penangkapan terbesar, selama saya diberi amanah sebagai Kasat Narkoba di wilayah hukum Polres Mamuju Utara ini,” ucapnya.

Secara tegas, Inspektur Satu Polisi Ronald berjanji akan melakukan pengembangan dan mengejar para bandar di wilayah Pasangkayu.“Tidak berhenti sampai disini, kita akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus narkoba di Pasangkayu,” pungkasnya.

Tak hanya pengungkapan sabusabu,aparat Polres Pasangkayu juga merelease pengungkapan kasus pencurian dan pembunuhan. (EGI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here