Penjemputan warga di Jalan Mangga, Palu Barat dan dibawa menuju RSUD Undata karena sakit.(ist)

PALU – Istri almarhum pasien yang positif corona dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu. Perempuan paruh baya tersebut dibawa satgas Covid-19 Kota Palu  di rumahnya di Jalan Mangga,di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Minggu, (5/4)pagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Husaema kepada media ini Minggu (5/4/2020) membenarkan hal tersebut, “betul, saya juga ikut serta dalam proses itu,” katanya.

Husaema mengatakan penjemputan itu dilakukan setelah hasil rapid test tim Satgas covid-19 Kota Palu menyatakan positif. Namun lanjut Husaema hasil rapid test itu tidak bisa menentukan seseorang terjangkit virus corona.Cuma rapid test itu tidak spesifik atau akurat, bisa influenza, bisa demam, bisa juga corona. Tetapi positif virus iya,” ujar Husaema.

Dijelaskan, hasil positif dari rapid test itu belum bisa dipastikan diagnosis wanita itu terjangkit coronavirus disease.Husaema bersama tim Satgas Covid-19 Palu saat ini masih menunggu hasil sampel dari swab test spesimen. Saat ini, Husaema mengungkapkan wanita berdomisili di Palu itu sedang ditangani para medis RSUD Undata Palu.’’Tim sudah mengamankan wanita tersebut ke RSUD Undata (Palu), saat ini dia sedang ditangani disana,” imbuhnya.

Menurut Husaema, lokasi penjemputan wanita berstatus orang tanpa gejala (OTG) itu telah dilakukan pembersihan area dengan menyemprotkan cairan disinfektan oleh tim Satgas Covid-19 Kota Palu.“Termasuk pihak TNI yang tergabung di Satgas (Covid-19) juga telah menyemprot area tersebut beberapa waktu lalu,” kata Husaema.

Ia mengungkapkan wanita tersebut merupakan istri dari pasien berstatus PDP yang telah meninggal dunia dampak virus corona, hari senin tanggal 30 Maret lalu.Saat ini, terdapat sekitar 20 orang dipantau dan telah dilakukan rapid test yang semuanya berstatus negatif terjangkit virus, “lebih 20 orang yang diperiksa oleh dinkes kota palu dan puskesmas,” ujarnya.

Namun puluhan orang itu kata Kadiskes Kota Palu, Husaema, dalam waktu dekat ini akan dilalukan tes rapid untuk kedua kalinya, “secepatnya akan lakukan rapid tes kepada mereka dalam jangka waktu 10 hari berikutnya selama dua kali,” tandas Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Palu ini. (M Faiz Syafar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here