Serda Puguh, satgas TMMD yang merangkap jadi guru ngaji di Dusun Majene, Desa Kasano.(egi/mediasulawesi.com)

PASANGKAYU– Kehadiran prajurit TNI dalam rangka mengemban tugas sebagai satuan tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat cukup memberi dampak signifikan. Tak hanya membawa program fisik yang tujuannya membantu percepatan pembangunan di daerah sasaran. Lebih dari itu, para prajurit TNI yang jumlahnya 110 orang dan disebar di tiga kecamatan juga membawa sejumlah program non fisik.

Selain itu, setiap prajurit TNI juga dituntut memiliki kemampuan dan keahlian tersendiri yang diharapkan bisa diterapkan di masyarakat khususnya lokasi tugas. Seperti halnya, Serda Puguh, satgas TMMD yang bertugas di Dusun Majene, Desa Kasano, Kecamatan Baras. Tak hanya menjalankan program fisik, Serda Puguh juga mengemban tugas mulia yakni menjadi seorang guru mengaji di sebuah masjid di dusun tersebut.

Yah sore menjelang magrib seusai menjalankan pekerjaan di lapangan, Serda Puguh meluangkan waktunya berbagi ilmu dengan anak-anak di dusun tersebut. Tugas tambahan itu tak setiap hari dilakukan karena menyesuaikan dengan kesiapan anak-anak tersebut. Dengan bekal ilmu tajwid yang dimiliki sewaktu mengenyam pendidikan semasa sekolah dan kuliah, Puguh menularkan ilmunya kepada anak-anak.  ‘’Yah anggaplah ini amal jariah, mengajar anak-anak di dusun ini agar bisa membaca al quran,’’ujarnya kepada media ini, Minggu (5/4/2020) sore.   

Meski tak dibayar atau diberi honor, namun Serda Puguh mengaku senang dan puas bisa berbagi ilmu dengan anak-anak di Dusun Majene. Baginya ilmu agama tidak bisa diukur dengan materi. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak tersebut memiliki ilmu dasar dalam membaca Al Quran. Sebagai umat Islam, kata dia, wajib hukumnya mempelajari al quran apalagi merupakan kitab suci.

Meski hanya punya waktu tak cukup sebulan, namun Serda Puguh berharap ilmu yang diajarkan kepada anak-anak dusun tersebut setidaknya bermanfaat dan menjadi kenang-kenangan baginya setelah meninggalkan dusun tersebut. ‘’Meski tak cukup sebulan tapi saya merasa cukup berkesan dan senang bisa bersama mereka (anak-anak,red). Moga ini bermanfaat buat mereka,’’pungkasnya.(egi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here