Ketua DPRD Sulteng, Hj Nilam Sari Lawira.(ist)

PALU-Tidak terasa, Sulawesi Tengah kini memasuki usia ke 56 tahun, tepat 13 April 2020. Dalam beberapa tahun terakhir, silih berganti bencana datang sebagai ujian dan tantangan bagi daerah berpenduduk hampir 4 juta jiwa ini.

Ketua DPRD Sulawesi Tengah Hj Nilam Sari Lawira melalui press releasnya menyampaikan usai menghadapi panca bencana alam Padagimo yang membuat pertumbuhan dan pembangunan di Sulawesi Tengah menjadi stagnan. Saat ini Sulteng kembali diperhadapkan pada bencana non alam, pandemi global Covid-19 yang memaksa semua menerapkan konsep social distancing sebagai wujud antisipatif.

Menurut Nilam, kondisi ini benar-benar menjadi ujian yang membuat semua pihak harus terus merefleksi diri, berbenah, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan semua jenis bencana. ‘’Saya berharap, di usia ke 56 tahun Sulawesi Tengah ini kita bisa melewati segala ujian dan tantangan ini mengedepankan saling pengertian antara masyarakat dan pemerintah,’’tandasnya.

Untuk itu, Nilam mengajak semua pihak untuk bekerjasama saling menguatkan, membangun kepercayaan bersama, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti anjuran-anjuran protokol kesehatan untuk keselamatan kita semua. Agar kita melewati masa-masa krisis ini sedapat mungkin mengurangi jatuhnya korban jiwa.

Selaku Ketua DPRD Sulteng, ia mengaku telah berkomitmen bersama Gubernur Sulteng untuk memprioritaskan dan merealokasi sejumlah anggaran untuk penanganan Covid-19. Tentu, semua itu kita maksudkan untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi warga Sulawesi Tengah. ‘’Tentu, ujian dan tantangan ini adalah sebuah isyarat zaman yang harus kita hadapi dan lewati dengan segala pengharapan bahwa pada usia ke 56 tahun ini, Sulteng akan bangkit dan berjaya, sejajar dengan provinsi lain di Indonesia.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here