Sekretaris Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka Edy(ist)

PALU-Pemerintah Kota Palu kini terus berupaya memperbaiki tata kota guna mewujudkan Palu Save and Green, salah satu yang dilakukan yaitu dengan adanya rencana penertiban Pasar Modern Tavanjuka pada Bulan Suci Ramadhan 2020 . Pasalnya saat ini banyak pedagang yang mendirikan lapak / pasar bayangan di tepi jalan Gusti Ngurah Rai. Kondisi ini tentunya mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membuat penataan Kota Palu terlihat semrawut.

Pemerintah tidak akan mungkin mampu bekerja sendiri dalam hal mewujudkan kebersihan kota, sehingga menuntut kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya mewujudkan palu sebagai kota yang bersih dan teratur.Pasar Modern Tavanjuka mulai dibangun pada tahun 2008 dan selesai pada tahun 2010, dengan total anggaran sebesar senilai Rp 9,5 miliar yang bersumber dari APBNP Palu  serta dana penyertaan APBD Palu.

Kondisi Pasar Modern Tavanjuka saat ini memang tampak tidak terawat. Banyak sampah berserakan dan tampak kerusakan bangunan akibat gempa bumi, September 2018 silam yang belum diperbaiki. Kondisi ini menyebabkan masyarakat enggan berbelanja di dalam pasar dan tingkat kunjungan pembeli terus menurun dari tahun ke tahun. Pedagang pun merugi, sehingga mereka memilih berjualan di luar areal pasar untuk memudahkan transaksi dengan pembeli.

Alasan pedagang memilih berjualan di luar selain memudahkan transaksi jual beli, juga untuk menghindari kontak langsung dengan para pengunjung apabila berdesakan di dalam lokasi pasar selama massa pandemi COVID-19.

Sekretaris Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka Edy, mengatakan pihaknyaknya mendukung pemerintah kota Palu melakukan penertiban pedagang di Pasar Modern Tavanjuka demi tercapainya tata kota yang bersih dan indah. Hanya saja, kata Edi, di tengah pandemic corona saat ini, sebaiknya rencana tersebut ditunda dulu. Pertimbangan utamanya, kondisi bangunan fisik pasar Tavanjuka rusak dan belum layak digunakan pedagang akibat gempa bumi,28 September 2018 silam. . Selain itu kondisi lapak para pendagang yang berdekatan tidak memungkinkan karena memperhatikan himbauan  pemerintah untuk physical distancing di area lapak dalam pasar guna memutus rantai penularan Covid 19.

Menurut Edi, reaksi tersebut sebagai bentuk reaksi kekhawatiran akan keselamatan para pedagang terhadap kondisi fisik bangunan Pasar yg tidak layak dan terjadinya penularan wabah Virus Corona di Dalam pasar. Penertiban pedagang pasar akan mempengaruhi penghasilan ditambah dengan adanya dampak wabah virus corona.

Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka saat ini beranggotakan 30 pedagang dan masih tetap berjualan di lapak sekitar bangunan induk Pasar Tavanjuka menuntut Pemkot Palu segera melakukan perbaikan bangunan fisik pasar modern Tavanjuka.

Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka mendukung upaya pemerintah dalam penanganan penyebaran covid-19 serta berharap agar rencana penertiban pedagang Pasar Modern Tavanjuka dilakukan setelah melewati bulan Suci Ramadhan 1441 H tahun 2020.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here