Eks.hunian sementara di Desa Bora, Kecamatan Biromaru kini dijadikan ruang perawatan bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19.(faiz/mediasulawesi.com)

Sigi, Mediasulawesi.com –  Pemerintah Desa Bora, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi memanfaatkan bilik hunian sementara (huntara) menjadi ruang isolasi orang dalam pemantauan (ODP) wabah pandemik COVID-19 atau virus corona.“Ada sebagian petak huntara Bora yang telah ditinggalkan penghuninya dan kami manfaatkan itu (petak huntara) sebagai ruang isolasi ODP,” kata Kusmayadi,Kepala Desa Bora kepada media ini.


Setelah sejumlah warganya ditetapkan sebagai ODP usai pulang dari daerah terpapar virus corona, Kusmayadi bersama Pemkab Sigi bergerak cepat dengan menyiagakan ruang isolasi ODP di huntara Bora yang dibangun oleh salah satu BUMN di Indonesia.“Beberapa waktu sebelumnya penghuninya dulu sudah pindah ke hunian permanen. Nah sejak Satgas COVID-19 Sigi menetapkan beberapa warga Bora berstatus ODP bulan April lalu, kami jadikan huntara itu jadi tempat isolasi,” jelasnya.

Penyiagaan ruang isolasi itu sebanyak 36 unit. Dahulu, unit huntara itu dihuni oleh 36 kepala keluarga, namun ujar Kusmayadi, mereka telah pindah ke hunian permanen setelah menerima dana stimulan bencana alam gempa bumi Pasigala tahap pertama.“Selain 36 unit itu, saat ini sisanya masih dihuni oleh warga terdampak gempa lalu,” tutur Kades Bora ini.

Kusmayadi merinci, sebanyak tujuh warganya ditetapkan sebagai ODP. Ketujuh orang tersebut masing-masing usai bertolak dari Jakarta, Surabaya, Bontang Kalimantan Timur, hingga cluster keagamaan asal Gowa, Sulawesi Selatan.“Tetapi syukur kondisi terakhirnya dinyatakan sehat, dikonfirmasi dari pihak Puskesmas Biromaru yang memantau mereka,” ucap Kusmayadi.

Namun selama masa pemantauan, ketujuh orang itu ungkap Kusmayadi lebih dulu melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Tak lama kemudian, cikal bakal menyulap ruang huntara menjadi ruang isolasi ODP mulai dilakukan.Adapun penunjang ruang isolasi ODP seperti fasilitas kesehatan telah dipenuhi Pemdes Bora, diantaranya thermal gun atau alat pendeteksi suhu tubuh, cairan disinfektan, hand sanitizer, dan kotak pensterilan tubuh.

Selain itu, dipilihnya huntara Bora sebagai ruang isolasi ODP COVID-19 menurut Kusmayadi dikarenakan kompleks huntara Bora cukup jauh dari pemukiman warga sekitar, serta kesediaan aliran air dan listrik masih berfungsi normal di huntara dengan total 84 unit itu.

Saat ini, fasilitas kesehatan seperti kotak pensterilan tubuh dialihkan ke kantor Pemdes Bora dan Masjid, “bersyukur juga di Desa Bora belum ada lagi ODP sampai sekarang, otomatis ruang isolasi itu belum beroperasi. Jadi dimanfaatkan dulu di tempat umum seperti masjid dan kantor Pemdes Bora,” imbuh Kusmayadi.

Ia menambahkan, tiga warga Desa Bora saat ini berprofesi sebagai TKI di Arab Saudi, Belgia, dan Brunei Darussalam dan ingin pulang ke kampung halaman.Tetapi Kusmayadi bersama satgas COVID-19 Sigi telah mengimbau kepada sanak keluarga TKI tersebut agar ketiganya mengurungkan niatnya pulang ke Desa Bora.“Alhamdulillah tiga TKI dan keluarganya sepakat untuk membatalkan (pulang), silakan pulang kalau situasi pandemik ini sudah berakhir. Jika tiga TKI itu tetap mau pulang, kami langsung arahkan isolasi mandiri di ruang isolasi ODP itu terlebih dulu.” tandas pemimpin 2300 jiwa di Desa Bora ini.(FAIZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here