Ratusan warga berunjuk rasa dan menuntut PT Mamuang menghentikan aktivitasnya,Senin (16/6/2020) pagi.(egi/mediasulawesi.com)

Pasangkayu,mediasulawesi.com – Ratusan masyarakat kembali mendatangi area perkebunan kelapa Sawit di PT Mamuang yang berlokasi di Desa Pedongga,Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Senin pagi (15/6/2020). Warga yang didominasi petani itu, melakukan protes dan menuntut pihak perusahaan agar semua aktivitas di atas lahan 4.000 hektare dihentikan.

Pertengahan Februari lalu, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Pasangkayu juga melakukan aksi yang sama dengan menuntut lahan miliknya yang di ambil oleh perusahaan.Demo kali ini, diketahui datang dari kelompok Daeng Nanjeng, yang mengatasnamakan aliansi “Kesatuan Masyarakat” yang berunjukrasa di tengah perkebunan sawit.

Beberapa menit demo berlangsung, aksi ini juga langsung disambut protes oleh pihak perusahaan dengan mempertanyakan dasar masyarakat melakukan klaim dan upaya pendudukan di atas lahan perkebunan HGU milik PT Mamuang.Dalam pantauan media ini di lapangan, pendemo dan pihak perusahaan sempat saling tegang. Pasalnya pihak perusahaan bersikuku warga tidak punya hak atas lahan 4000 ha yang diklaim warga sebagai miliknya.

Disisi lain, warga mengklaim tanah tersebut sudah dimenangkan melalui pengadilan dan diperkuat dengan oleh rekomendasi Gubernur Sulawesi Barat, yang ditanda tangani H Ali Baal Masdar.Salah satu pendemo, Nengah Lodra, menguraikan bahwa pada 13 tahun silam, PT Mamuang telah merampas secara paksa tanah milik warga seluas 4000 ha lebih, yang berisi tanaman coklat dengan alasan masuk HGU dengan mengunakan kekuatan aparat.

Karena tak berdaya menghadapi intimidasi dan ancaman, lanjut Nengah Lodra, warga terpaksa meninggalkan kebun mereka dan hanya dapat menyaksikan tanaman coklat mereka diratakan oleh pihak perusahaan.“Kali ini kami kembali dan akan mengambil apa yang menjadi hak kami hak kami, apapun caranya dan kami siap menghadapi perusahaan,” tegasnya dalam orasi.

Tidak berakhir sampai disitu, massa aksi juga melakukan konvoi keling ke area afdeling dengan menggunakan pengeras suara meminta para karyawan panen PT mamuang menghentikan aktivitas dalam kebun.Sementara itu, terkait aksi masyarakat tersebut, pihak manajemen PT Mamuang masih belum bersedia memberikan tanggapan. (EGI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here