Sosialisasi dan Pelatihan PPDM Desa Mandiri Kreatif yang dilaksanakan di Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tambusabora,Kabupaten Donggala.(sam/mediasulawesi.com)

Donggala,mediasulawesi.com- Gempa bumi,tsunami dan likuifaksi 28 September 2018 silam memberi dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat di Kabupaten Donggala. Termasuk Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tambusabore. Masyarakat Desa yang berada di pesisir pantai dan sebagian besar berprofesi sebagai nelayan ini pun sangat merasakan dampak dari bencana tersebut.

Untuk itu melalui Program Pengembangan Desa Mandiri Mitra (PPDM), Universitas Alkhairaat Palu berusaha membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat desa tersebut khususnya kaum perempuan dan mendorong Desa Kaliburu menjadi Desa Mandiri Kreatif. Alasannya, desa tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang cukup menjanjikan. ‘’Potensi sumber daya di desa ini khususnya perikanan, sangat menjanjikan. Sayang kalau itu tidak dimanfaatkan. Karenanya melalui program PPDM ini, kami ingin membantu masyarakat di desa ini agar bisa kreatif dan mandiri,’’ujar Dr Ahsan Marjudo,Ketua tim PPDM Unisa Palu saat memberikan sambutan di kegiatan sosialisasi dan pelatihan PPDM Desa Mandiri Kreatif di Desa Kaliburu, Sabtu (27/6/2020) pagi.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Alkhairaat Palu Dr Umar Alatas dalam sambutannya menekankan selama ini Unisa Palu telah memiliki sejumlah desa mitra dan binaan di Sulawesi Tengah termasuk di Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tambusabora. Pemilihan desa mitra dan binaan tersebut, lanjut rektor berdasarkan potensi atau sumber daya yang dimiliki desa tersebut. ‘’Ini salah satu desa mitra dan binaan kita (Unisa,red) di Donggala. Desa ini cukup potensial untuk dikembangkan. Itu alasan Unisa memilihnya. Ini juga merupakan bentuk pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi,’’terang orang nomor satu di Unisa tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Donggala Muh Yasin S.Sos dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mengapresiasi pihak Unisa Palu yang telah membantu pemerintah kabupaten Donggala dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Diakui Wabup, saat ini masih cukup banyak penduduk kabupaten Donggala yang berkategori miskin. Padahal sumber daya alam yang ada di desa tersebut sebenarnya cukup melimpah.’’Kami sangat berterima kasih kepada pihak Unisa yang telah membantu Pemkab Donggala dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Desa Kaliburu.Memang secara prosentase, jumlah penduduk miskin kami sangat besar,’’ujarnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Donggala itu menegaskan sebenarnya masyarakat Kabupaten Donggala tidak sepenuhnya miskin . Dan kondisinya berbeda dengan yang masyarakat miskin di perkotaan. Yang terjadi kata dia, sesungguhnya masyarakat Kabupaten Donggala itu bukan miskin harta tapi miskin akses. ‘’masyarakat kami sesungguhnya punya asset yang potensial untuk dikembangkan. Hanya saja tidak punya akses. Mereka miskin akses. Itulah yang akan kami bantu untuk bangun dan tingkatkan’’tekannya.

Kepala Desa Kaliburu, Anshor Muh Sholeh dalam kesempatan tersebut juga berterima kasih kepada pihak Unisa Palu yang telah memilih Desa Kaliburu sebagai tempat pelaksanaan program PPDM. Program tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here