Ketua Tim PKM Unisa Palu,Ridwan Laki,S.Pd,M.Pd saat memberikan materi di kegiatan sosialisasi PKM yang berlangsung di Desa Kaliburu,Kecamatan Sindue Tambusabora,Kabupaten Donggala,27 Juni 2020.(sam/mediasulawesi.com)

Donggala,mediasulawesi.com-Masyarakat kabupaten Donggala,Sulawesi Tengah memiliki kearifan lokal yang masih terpelihara hingga kini. Salah satunya tradisi mosiala pale (gotong royong) yang masih dirawat dan dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kaliburu,Kecamatan Sindue Tambosabora.Tradisi inilah yang membuat masyarakat Desa Kaliburu yang dihuni berbagai etnis dan agama ini tetap kuat dan bersatu meski dilanda musibah bencana gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 silam.

Melalui Program Kreativitas Masyarakat (PKM),Universitas Alkhairaat Palu mendorong agar kearifan lokal ini tetap bertahan dan dipelihara oleh masyarakat Desa Kaliburu. Sabtu (27/6/2020) lalu, tim PKM Unisa Palu menyelenggarakan sosialisasi Program Kreativitas Masyarakat (PKM) dengan tema Penguatan Kearifan Lokal Pasca Bencana di Desa Kaliburu. Kegiatan ini diikuti puluhan warga termasuk kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Tim PKM Unisa Palu, Ridwan Laki,S.Pd,M.Si dalam sambutannya menyampaikan program yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat Desa Kaliburu agar tetap bersatu dan menjaga kearifan lokal yang selama ini menjadi salah satu perekat masyarakat yang berasal dari berbagai etnis dan agama.Menurutnya, salah satu kearifan lokal yakni mosiala pale terbukti cukup efektif dalam menjaga harmonisasi dan kerukunan hidup warga Desa Kaliburu.

Menurut Ridwan, di era modernisasi ini tradisi seperti mosiala pale sudah langka seiring pergeseran gaya hidup manusia. Karenanya, ia meminta kepada masyarakat Desa Kaliburu untuk tetap menjaga dan merawat tradisi tersebut. Pihak Universitas Alkhairaat Palu,kata dia, sangat mendukung dan akan membantu dalam penguatan tradisi tersebut. ‘’Kami salut dengan tradisi mosiala pale yang menjadi salah satu kearifan lokal di desa ini. Kami dari Unisa Palu sangat mendukung dan bersedia bekerjasama dalam memberikan penguatan,’’papar Dosen Senior di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisa tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Kaliburu Ansor Muh Sholeh dalam sambutannya berterima kasih kepada pihak Unisa Palu dengan dipilihanya Desa Kaliburu sebagai lokasi pelaksanaan program PKM. Menurut Ansor, mosiala pale memang merupakan salah satu tradisi yang dipelihara masyarakatnya. Tradisi tersebut sudah berlangsung lama dan turun temurun dijalankan warga. ‘’Ini memang merupakan salah satu tradisi kami yang sudah lama dilakukan secara turun temurun. Tradisi inilah yang membuat warga kami tetap rukun dan damai,’’tandasnya.

Ansor menambahkan tradisi mosiala pale sangat membantu masyarakatnya yang memang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan tersebut.

Tradisi mosiala pale yang dalam bahasa Kaili berarti gotong royong ini memang menarik. Masyarakat bekerjasama bergotong royong membantu warga saat pembukaan lahan dan menanam. Si pemilik lahan tidak memberikan upah atau imbalan kepada warga yang membantunya melainkan hanya menyajikan makanan dan minuman yang disantap bersama usai bergotong royong.

Dalam kegiatan sosialisasi PKM yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kaliburu, masyarakat diberikan bantuan peralatan berupa parang untuk digunakan berkebun. Turut hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Donggala,Muh Yasin, Rektor Unisa Palu,Umar Alatas, sejumlah pejabat dari Unisa Palu seperti Dekan Fakultas Perikanan,Mawar, Dekan Fakultas Sastra, Syamsuddin, Ketua LPPM,Abdul Kadir dan sejumlah dosen dari Unisa seperti Ahsan Marjudo, Ningsih K, Asrawaty, Gulom dan . (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here