Polda Sulteng berhasil menangkap pelaku dan mengamankan 25 kilogram narkoba jenis sabu dari Malaysia.(faiz/mediasulawesi.com)

Palu,mediasulawesi.com-Tim khusus direktorat narkoba Polda Sulawesi Tengah mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu terbesar. Tak tanggung-tanggung barang haram yang diamankan sebanyak dua puluh lima kilogram. Selain sabu senilai Rp50 miliar,polisi juga menangkap dua pelaku serta uang hasil transaksi Rp800 juta.

Terungkapnya peredaran sabu terbesar dalam satu dekade terakhir ini bermula dari tim khusus ditnarkoba Polda Sulteng yang dipimpin AKBP Pribadi Sembiring. Saat pelaku yang menggunakan mobil hartop tiba di pos perbatasan Kota Palu dengan kabupaten Donggala,tim bersenjata lengkap tersebut langsung menghadang mobil tersebut. Barang haram tersebut baru saja dijemput di Pelabuhan rakyat Balaesang Tanjung,Kabupaten Donggala.

Saat dilakukan pemeriksaan,ternyata  mobil yang dikemudikan insial M tersebut mengangkut puluhan kilo sabu yang siap edar. Kepada polisi, M mengaku bekerjasama dengan RA menjemput barang haram tersebut di pelabuhan Balaesang Tanjung,Kecamatan Balaesang. Dari keterangan tersebut,polisi pun berhasil menciduk RA.Keduanya kini ditahan di Mapolda Sulawesi Tengah beserta barang bukti.

Kapolda Sulawesi Tengah Inspektur Jenderal Polisi Syafril Nursal kepada wartawan Selasa (30/6/2020) pagi mengatakan puluhan kilogram sabu yang diamankan itu berasal dari Malaysia. Peredaran sabu bernilai puluhan miliar ini dikendalikan oleh SY dan AM.Warga kota palu yang kini tinggal di Malaysia Timur.Keduanya pun berstatus DPO kasus narkoba setelah kabur dari Lapas Petobo Palu saat gempa bumi,28 september 2018 silam.

Polda Sulteng masih menyelidiki dan melakukan pengembangan kasus peredaran narkoba lintas negara tersebut. Kedua tersangka berinisial M dan RA kini ditahan di Mapolda Sulawesi Tengah. Keduanya dijerat undang-undang narkotika dan obat terlarang dengan ancaman hukuman mati.(faiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here