Ketua Panitia, Dr. Ir. Jusri Nilawati, M.Si (ist)

Palu, mediasulawesi.com – Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulteng kembali menyelanggarakan Webinar Nasional seri ke-II di Bidang Perikanan, dengan tema “Pengembangan Teknologi Budidaya Udang Vaname Supraintensif Berskala Kecil sebagai Pembangkit Ekonomi di Tengah Krisis”.

Kegiatan tersebut, rencananya akan menghadirkan pembicara para pakar budidaya udang vaname, yakni Direktur Perbenihan Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP RI, Ir. Coco Kokarkin Soetrisno, M.Sc. Kegiatan ini akan berlangsung secara live virtual aplikasi zoom di https://bit/ly.webinarPERIKANANUNTAD2 pada Selasa (7/7/2020).

Selain, Ir Coco Kokarkin Soetrisno, panitia penyelenggara juga akan menghadirkan Ketua ISPIKANI Sulteng yang juga Staf khusus Menkomar RI, Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, M.P. dan Akademisi Fakultas Peternakan danPerikanan Untad, Rusaini, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Sementara yang bertindak sebagai moderator adalah akademisi Fapetkan Untad, Dr. Akbar Marzuki Tahya, S.Pi.,M.Si. dan Fachruddin H.A.P., S.Pi., M.Si yang akan menjadi Host webinar.

Ketua Panitia, Dr. Ir. Jusri Nilawati, M.Si, pelaksanaan webinar kedua kalinya ini, adalah sebagai upaya mewujudkan visi untad, yakni  “Universitas Tadulako Menjadi Perguruan Tinggi Berstandar Internasional Dalam Pengembangan Ipteks Berwawasan Lingkungan Hidup”.Olehnya itu, kata Jusri Nilawati, dengan Program Studi bidang perikanan yang ada, maka Untad  ingin mengambil peran dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi di bidang perikanan.“Tujuanya apa, yakni untuk membangkitkan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah krisis, sebagai bentuk pengabdian Untad,” jelasnya.

Menurutnya acara Webnar kali ini, secara tidak langsung Untad ingin mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam budidaya perikanan, seperti budidaya udang, rumput laut, dan ikan.“Kami informasikan bahwa data panitia saat ini sudah ada 600 peserta yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan kali ini,” sebutnya.

Dari jumlah peserta itu, terdiri dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua, yang berlatar belakang seorang pengusaha tambak udang dan praktisi budidaya pertambakan, akademisi (dari perguruan tinggi negeri dan swastadan SMK/SUPM), para penyuluh perikanan, birokrat, dan mahasiswa dan taruna.“Bahkan juga ada anggota DPRD dari kabupaten-kabupaten di luar Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Sementara, Ketua Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Tengah,  Andi Mulhanan Tombolotutu,  menyatakan bahwa Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) wilayah Sulawesi Tengah selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan ilmiah yang dapat memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan di Sulteng.

“Dari sektor kelautan banyak hal yang perlu kita diskusikan,  Selain Webinar bertema Teknologi supraintensif Berskala Kecil ini, Majelis Wilayah  KAHMI Sulawesi Tengah  juga mendorong agar Sektor Penangkapan juga perlu menjadi Perhatian serius,” saranya.

Menurut Mantan Wakil Walikota Palu ini, sebenarnya ada empat tangkap di Sulawesi Tengah yang belum termanfaatkan dengan maksimal, yaitu Laut Sulawesi di bagian utara Sulteng, Buol, Tolitoli; Selat Makassar di bagian barat Sulteng; serta Teluk Tomini dan TelukTolo di bagian timur Sulteng yang perlu mendpat perhatian dan dibicarakan secara serius oleh kalanagan akademisi, para wirausaha bidang maritim, dan pemerintah bagaimana mengaktualkan potensi-potensi itu.“Dan KAHMI selaku pendukung webinar ini berharap webinar dapat memicu para investor untuk mengembangkan industry perikanan modern bersama masyarakat pesisir,” imbuhnya.

KAHMI juga mendorong agar Untad dengan Fakultas Perikanan dapat mengambil peran dalam berkontribusi mengembangkan ipteks yang modern dalam bidang perikanan untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi dari sektor maritim.Sekadar diketahui Webinar ini didukung oleh Fakultas Peternakan dan Perikanan Untad, Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP RI, ISPIKANI Cabang Sulawesi Tengah, HNSI Cabang Sulawesi Tengah, Majelis Wilayah KAHMI Cabang Sulawesi Tengah, dan DPD Forum Dosen Indonesia Cabang Sulawesi Tengah. (egi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here