Tim jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng berhasil meringkus komplotan residivis pencurian dan kekerasan.(sam/mediasulawesi.com)

Palu,mediasulawesi.com-Tim kejahatan dan kekerasan (jatanras) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah berhasil meringkus komplotan pelaku pencurian disertai kekerasan. Ketujuh pelaku yang semuanya residivis ini merupakan spesialis pelaku pencurian disertai kekerasan.Dari tangan tersangka,polisi menyita lima sepeda motor dan 22 unit handpone hasil kejahatan.

Pengungkapan para residivis yang sebagian masih berusia belia ini bermula dari hasil penyelidikan oleh tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah atas sejumlah kasus pencurian yang disertai kekerasan di kota Palu. Dari penyelidikan itu,polisi pun mengendus dan akhirnya meringkus dua tersangka berinisial Ad dan MAH di lokasi persembunyiannya di Kabupaten Parigi Moutong.

Saat diinterogasi polisi,pelaku mengakui perbuatannya.Dari keterangan tersangka, polisi melakukan pengembangan dan menangkap lima tersangka lainnya. Modusnya para pelaku memepet korbannya yang tengah mengendarai sepeda motor sembari menggenggam telepon seluler.Rata-rata korbannya adalah kaum perempuan. Tak hanya telepon genggam,pelaku bahkan merampas sepeda motor korbannya dan membawanya kabur.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Polisi Novia Jaya mengatakan para pelaku sebagian merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan. Mereka telah melakukan aksi kejahatan di 33 lokasi yang berbeda. Tidak hanya di Kota Palu, pelaku juga beraksi di kabupaten Sigi dan kabupaten Parigi Moutong.’’Dua tersangka awal yang ditangkap adalah AD dan MAH. Keduanya warga Kota Palu,’’sebut Novia yang didampingi Kasudbit Jatanras dan Kasubidpenmas Humas Polda Sulteng,Kompol Sugeng Lestari.

Kini ketujuh pelaku mendekam di sel tahanan Mapolda Sulawesi Tengah untuk menjalani proses lebih lanjut. Demikian halnya 22 unit handphone dan 5 unit sepeda motor hasil kejahatan ikut diamankan.Atas perbuatannya pelaku dijerat kuhp pasal 365 dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here