Rapat pembahasan ranperdes kearifan lokal di Desa Kaliburu, Sabtu (8/8/2020) sore.(sam/mediasulawesi.com)

DONGGALA– Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dan Program Kemitraan Masyarakat (PKM)Unisa Di Desa Kaliburu,Kecamatan Sindue Tambusabora, Kabupaten Donggala tidak hanya fokus menjadikan desa tersebut sebagai Desa Mandiri Kreatif. Lebih dari itu, Dosen Unisa yang tergabung dalam program multiyear dari Kemenristekdikti tersebut juga tengah mendorong lahirnya peraturan desa (perdes) kearifan lokal di Desa Kaliburu.

Keseriusan dosen Universitas Alkhairaat Palu itu ditandani dengan rapat pembahasan naskah akademi rancangan peraturan desa (ranperdes) yang dihadiri langsung Kepala Desa Kaliburu, Anshor Muh Sholeh, Ketua BPD Desa Kaliburu, Adlun serta Ketua PKM Unisa, Ridwan Laki. Rapat pembahasan naskah akademik tersebut berlangsung di Kantor Desa Kaliburu, Sabtu (8/8/2020) siang dan turut dihadiri puluhan tokoh masyarakat dan warga Desa Kaliburu.

Ketua PKM Unisa, Ridwan Laki dalam pemaparannya menyampaikan jika upaya mendorong lahirnya perdes kearifan lokal sangat menarik. Apalagi jika terealisasi maka akan menjadi perdes pertama di Kabupaten Donggala yang mengangkat kearifan lokal. ‘’Ini sangat menarik jika bisa terealiasi. Ini akan menjadi yang pertama di Donggala. Bahkan mungkin di Sulteng yang mengangkat perdes tentang kearifan lokal,’’tandasnya.

Dosen senior FKIP Unisa ini mengutarakan, ketertarikan mendorong lahirnya perdes tersebut tak lepas dari keberadaan Nosiala Pale sebagai salah satu kearifan lokal yang bertahan hingga kini meski di tengah era modernisasi. Ia yakin jika hal tersebut disetujui maka akan menjadi nilai plus bagi pemerintah dan masyarakat Desa Kaliburu. Ia bersama dosen tim PKM Unisa berjanji akan membantu pihak pemerintah Desa dan BPD Desa Kaliburu jika diperlukan.

Menanggapi pemaparan naskah akademik tersebut, Kepala Desa Kaliburu  Anshor Muh Saleh mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi dukungan dosen Unisa Palu. Anshor pun mengaku akan menindaklanjuti hasil rapat tersebut dengan ketua BPD dan semua pihak terkait. ‘’Kami sangat tertarik dan berterima kasih dengan adanya dukungan dari Dosen Unisa yang mendorongg lahirnya perdes tersebut. Kami akan segera menindaklanjutinya,’’ujarnya.

Demikian halnya Ketua BPD Desa Kaliburu, Adlun mengaku senang dan tertarik dengan pembahasan naskah akademik ranperdes kearifan lokal. Menurutnya, dukungan dari akademisi Unisa tersebut harus disahuti dengan mengambil langkah serius. ‘Kami akan menindaklanjuti hasil rapat hari ini, Ini sangat menarik,’’tandasnya.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here