Ketua LS-ADI Kota Palu,Asriadi.(ist)

Palu,mediasulawesi.com-Indonesia kembali menggelar Pilkada serentak tahun 2020 ditengah situasi Pandemi Covid-19. Sebanyak 270 Daerah termasuk Sulteng akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 34 kota. Pemilihan kepala daerah  (Pilkada) serentak   rencana awalnya akan dilaksanakan pada 23 september. Namun, karena  terdampak bencana non alam covid 19 sehingga pilkada tertunda dan akan dilaksanakan 9 desember 2020 mendatang.

Tak sedikit masyarakat ragu dengan hal tersebut melihat kondisi hari  ini  dimana secara nasional kurva penyebaran covd-19 belum juga surut dan juga virus ini sangat cepat peyebaranya walaupun dalam hal ini memakai protokol kesehatan tentunya yang meragukan juga  adalah adanya orang tanpa gejala (OTG) sehingga kita tidak mengetahui dengan pasti apakah kita bersama orang yang sudah terinfeksi atau belum, selain itu juga penyelenggaraan memakai protokol kesehatan tentunya akan menambah pos anggaran pilkada  tahun ini. Tentunya hal ini juga menimbulkan tanda tanya besar.

Ada anggapan jika pilkada ditengah pandemi akan menyebabkan degradasi demokrasi. Kerawanan yang muncul adalah rendahnya partisipasi. Jika partisipasi rendah, maka legitimasi pemerintah ikut rendah. Tantangan penyelenggara pemilu semakin berat untuk menaikkan partisipasi pemilih. Melampaui tantangan disaat kondisi normal. Penyelenggara pemilu harus bisa menembus ketakutan masyarakat terhadap Covid-19.

Kemudian banyaknya tahapan dan prosedur yang tidak terlayani dengan baik karena pandemi memunculkan kerawanan terjadinya pelanggaran dan sengketa, apalagi kita ketahui bersama sesuai dengan rilis Bawaslu bahwa indeks kerawanan pemilu (IKP) Sulteng sendiri masuk dalam kategori tinggi.  Sehingga peran pengawasan perlu ditingkatkan. Pelanggaran dan sengketa yang terjadi tentunya akan menimbulkan konflik. Sehingga dalam perhelatan demokrasi ini, selain KPU maupun BAWASLU, kepolisian diberikan peran, tugas, serta kewajiban sebagai unsur anggota pengawas, pengaman dan pelaksana pilkada.

Menyikapi kondisi itu, Pengurus Daerah Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia  (LS-ADI) Kota Palu membuat suatu skema kegiatan sosialisasi  dengan melibatkan peran serta pemuda Kota Palu untuk menjadi corong atau perpanjangan tangan dari penyelenggara pemilu untuk menyukseskan pilkada 2020. LS-ADI menilai perlunya strategi dalam sosialisasi pilkada dengan tetap berpatokan pada protokol kesehatan covid-19.

Ketua LS-ADI Kota Palu,Asriadi dalam siaran persnya Jumat (14/8/2020) mengatakan dalam mendukung penyelenggaraan pilkada 2020 ini, rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pembentukan forum pemuda peduli demokrasi (FPPD) sekaligus dialog publik menghadirkan perwakilan LS-ADI, KPU, BAWASLU dan POLRES Palu sebagai narasumber pada tanggal 24 Agustus di gedung Inspektorat Daerah Sulteng. Setelah terbentuk, FPPD dengan dimentori perwakilan LS-ADI, KPU, BAWASLU & Polres Palu akan menjalankan tugas sosialisasinya dengan turun bersentuhan langsung kemasyarakat dengan berbagai skema sosialisasi hingga selesainya proses Pilkada 2020 ini. ‘’Terakhir, kegiatan ini ditutup dengan pemberian apresiasi kepada forum FPPD yang dijadwalkan menyesuaikan berakhirnya tahapan pilkada 2020. Dan tentunya segala rangkaian kegiatan ini tetap dengan protokol Covid-19,’’terangnya.

Asriadi menyebutkan dalam kegiatan tersebut, tema yang diusung adalah “Peran aktif dan strategis generasi muda pada pilkada kota Palu 2020” dengan menjadikan pemuda sebagai garda depan, bersama KPU, BAWASLU dan POLRES Palu mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kota Palu untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember nanti, wujudkan pemilih cerdas, pengawasan partisipatif dan pilkada damai demi suksesnya pilkada 2020.

Melalui FPPD, Asriadi mengharapkan dukungan seluruh elemen, masyarakat, pemerintah, dan lainnya. ‘’Apa yang kami laksanakan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap demokrasi, dan mudah-mudahan melahirkan pemimpin yang amanah untuk kemajuan bangsa khususnya Kota Palu,’’pungkasnya.(SAM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here