Salah satu Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati Pasangkayu, Musawir Azis Isham SH MSi gendar melakukan sosialisasi.(egi/mediasulawesi.com)

Pasangkayu,mediasulawesi.com – Salah satu Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati Pasangkayu, Musawir Azis Isham SH MSi, akhir-akhir ini terus jadi perbincangan di masyarakat jelang pelaksanaan Pilkakada Pasangkayu 9 Desember 2020 mendatang.

Selain karena muda dan sebagai figur pendatang baru di Pilkada edisi ke empat Pasangkayu kali ini, Musawir hadir sebagai pembeda karena satu-satunya bahkan orang pertama dari Dapil di tiga Kecamatan yakni Baras, Bulutaba dan Lariang yang disingkat (Babula) yang maju di Pilkada.Selama ini, sebagian kalangan menilai bahwa Musawir adalah politisi realistis yang memiliki cara dan hitungan tersendiri sebelum melangkah membuat keputusan politik sehingga berhasil duduk di DPRD Pasakayu selama empat kali pertarungan.

Keputusanya berpasangan mendampingi Drs H Muhammad Saal (wakil bupati pasangkayu dua periode) maju bertarung di Pilkada, juga langsung jadi perbincanganm yang dinilai itu adalah keputusan yang sudah melewati kajian dalam-dalam.

Setelah mendaftar di KPU Pasangkayu 4 September 2020 lalu, diam-diam ternyata Musawir sudah jalan ke beberpa kecamatan menemui masyarakat mememberikan sosialisasi terkait pencalonannya yang tinggal menunggu penetapan pasangan oleh KPU dalam menghadapi Pilkada Pasangkayu.

Gayanya yang sederhana dan dekat dengan rakyat kembali ditunjukkan oleh Musawir baru-baru ini, saat ia berkunjung ke daerah ujung Pasangkayu di Desa Benggaulu Kecamatan Dapurang.Disana dia disambuta antusias oleh warga, yang mengaku sudah lama merindukan Musawir tampil di Pilkada Pasangkayu.

Sambil menikmati jamuan Kopi lokal yang disuguhkan oleh warga, tanpa janggung Musawir terlihat santai ikut cair dalam silaturahmi sambil menikmati kopi buatan warga.“Inilah yang kita harapkan, Pemimpin yang ingin mau berbaur sambil minum kopi bersama warga,” cetus salah seorang warga.

Musawir, sendiri tidak ingin dilebih-lebih oleh warga terkait sikapnya bisa berbaur dengan rakyat. Prinsipnya pemerataan pelayanan sudah semestinya tanggungjawabnya untuk membayar amanah sehingga ia bisa seperti sekarang ini.“Saya hadir di masyarakat, lagi-lagi untuk silaturahmi sambil mendengar aspirasi dari masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

“Pada dasarnya, saya maju mendampingi pak Saal, bukan kemauan saya pribadi, atau kemauan pak Saal. Tapi ini adalah kemauan kita bersama untuk maju bersama membangun pasangkayu yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (egi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here