Bripka Darwis Kamal saat mengunjungi salah satu warga binaanya di Desa Pakava,Kecamatan Pasangkayu,kabupaten Pasangkayu.(ist)

Mengabdi di Pedalaman, Tugas Mulia dan Wujud Peduli Negeri

Melakoni sebuah profesi, kuncinya ikhlas dan enjoy.Apapun tugas dan tanggung jawab yang kita emban pasti tidak menjadi beban jika dijalani dengan penuh keikhlasan. Termasuk menjadi anggota babinkantibmas yang ditugaskan di daerah pedalaman. Harus sabar dan menganggap sebagai sebuah tugas mulia. Hal itu juga menunjukkan wujud kepedulian terhadap negeri yang belum sepenuhnya merdeka.Itulah prinsip hidup Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Darwis Kamal, anggota Bhabinkamtibmas Polres Pasangkayu yang bertugas di Desa Pakawa Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu,Provinsi Sulawesi Barat.

Laporan : Egi Sugianto (Pasangkayu/Sulawesi Barat)

Ditugaskan sebagai anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BKTM) di Desa Pakawa Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu tahun 2018 lalu memang bukan bukan hal yang mudah bagi Bripka Darwis Kamal. Betapa tidak, ia masuk ke wilayah dengan kondisi memprihatinkan.Tak ada sarana dan prasarana seperti akses jalan raya maupun jembatan. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati jalan terjal dan turun naik gunung. Ia harus turun melintasi sungai yang dihuni reptil raksasa. Benar-benar terisolir wilayah itu.

Bripka Darwis juga harus diperhadapkan latar belakang budaya, adat istiadat dan bahasa. Yah Desa Pakawa memang mayoritas penduduk beragama nasrani dan berasal dari Suku Kaili Daa. Salah satu sub etnis Kaili yang berkembang tidak hanya di Sulawesi Tengah tapi juga sebagian wilayah kabupaten Pasangkayu. Sikap sebagian warganya masih tertutup ketika menerima orang baru masuk ke desanya.

Namun pria berdarah Bugis Pinrang tersebut  tidak menyerah dan pesimis. Kondisi itu justru jadi tantangan dalam mengabdikan dirinya di daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah ini. Pengalaman tak terlupakan yakni saat pengamanan kerusuhan di Mambi, akhir tahun 2014 silam, jadi bekal berharga. Apalagi, budaya warga Desa Pakawa dengan Mambi khususnya suku dan agama yang mayoritas sama memudahkannya dalam beradaptasi.“Ingat Kerusuhan Mambi?. Saya ikut tugas disana, bertepatan tanggal 31 malam pergantian tahun 2014-2015 lalu.Karena saya pernah tugas di Mambi jadi tidak kaget menghadapi warga Suku Da’a yang kini jadi binaan saya,” kenangnya berbagi kisah dengan mediasulawesi.com, Selasa (23/2/2021) lalu di salah satu warkop di Kota Pasangkayu.

Kebetulan, Bripka Darwin Kamal memiliki hobby petualang dan memiliki motor trail. Medan yang dilalui menuju tempat tugasnya sekaligus dijadikan penyaluran hobby.Jadilah tugas dan hobby beriringan. ‘’kebetulan saya punya hobby naik trail dan naik gunung. Di Desa Pakawa itu hampir dipenuhi gunung dan jurang. Jadi pas untuk menikmati hobby yang menguji adrenalin kita. Saya juga sering ajak komunitas motor V-track Pasangkayu membawa bantuan di Pakawa. Maka jadilah tugas dan hobby jalan beriringan,” ujarnya sembari tersenyum.

Lalu,bagaimana halnya bisa membangun hubungan emosional yang baik dengan warga? Selain mempelajari bahasa dan adat istiadatnya secara perlahan, ia juga kerap berbagi dengan warga khususnya anak-anak. Setiap datang ke tempat tugasnya di Desa Pakawa, Bripka Darwis selalu membawa oleholeh. Ia tak pernah absen memenuhi undangan hari-hari besar Suku Daa, pesta pernikahan maupun acara adat di desa itu. Ia kerap meminta wejangan dan nasehat para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di desa itu Sesekali berbaur dengan anak-anak muda di desa itu. Warga Desa Pakawa masih memegang teguh tradisi dan hukum adat ketimbang hukum positif. Itulah yang menjadi salah satu kunci, terciptanya situasi aman dan tertib di desa itu.

Tiga tahun bertugas di desa Pakawa membuat Bripka Darwis Kamal pun mulai merasa betah. Begitu akrabnya dengan warga di desa itu, membuat dirinya seolah-olah menjadi bagian warga desa. Begitupun sebaliknya, warga desa menganggap Bripka Darwis Kamal sebagai anggota keluarga di desa itu.“Alhamdulillah, sekarang mereka sudah anggap saya keluarganya. Mereka sudah selalu menghubungi saya apapun yang terjadi disana. Misalnya ada orang mau melahirkan saya juga yang biasa mereka hubungi,” bebernya.

Ia punya pengalaman unik yang tak terlupakan. Saat itu, salah seorang warga hendak melahirkan dan membutuhkan seorang bidan. Karena, jarak puskesmas yang jauh, terpaksa Bripka Darwis Kamal berinisiatif menjemput sekaligus membonceng dua bidan dari Puskesmas Martajaya menuju Desa Pakawa. Sang ibu tadi melahirkan dengan selamat. Karena dianggap berjasa, Bripka Darwis pun dipercayakan untuk memberikan nama kepada sang bayi perempuan yang baru lahir.Sebuah kepercayaan yang luar biasa dari warga.Karena semestinya, nama seorang bayi yang baru lahir diberikan oleh kedua orang tuanya.“Mau tidak mau, terpaksa saya beri nama yang diambil dari nama muslim. Karena waktu itu pas bulan ramadan, saya dan bidan sepakat beri nama Nur Ramadan,” kenangnya .

Sebelum mengakhiri perbincangan, Bripka Darwis Kamal berharap jika kelak tak lagi bertugas sebagai anggota BKTM di Desa Pakawa, ia berharap ke pemerintah, khususnya Bupati Pasangkayu yang baru terpilih bisa memperhatikan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut, terutama bidang pendidikan dan kesehatan.Ia ingin, Desa Pakawa berkembang dan maju seperti halnya desa-desa lainnya di Pasangkayu.“Saya sebagai anggota Polisi, tentunya sudah berbuat yang terbaik. Apa lagi, pimpinan kami selalu memberikan arahan dan motivasi ke saya selama ini,” tuntasnya.

Disebutkan, saat ini masih ada tiga dusun di Desa Pakawa, yang masih terisolir di Desa Pakawa. Ketiga dusun itu adalah Dusun Siwata,Waesuba dan Vatuike. Akses jalan belum terlalu bagus, sarana pendidikan dan kesehatan juga belum tersedia. Warga Desa Pakawa masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, mereka hanya bisa mengandalkan umbi-umbian dan hasil kebun termasuk buah durian. Dalam transaksi jual beli barang, mereka masih menggunakan system barter.

Bripka Darwis Kamal secara khusus menyampaikan terima kasih kepada atasannya yakni Kapolres Pasangkayu Ajun Komisaris Besar Polisi Leo H Siagian,S.Ik,M.Sc yang juga pernah mengunjungi tempat tugasnya sekaligus memberikan motivasi. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here