Media Sulawesi

Loading

Archives 07/04/2025

Pria Diduga Curi Ternak di Sulawesi Selatan Diamuk Massa Hingga Babak Belur

Sulawesi Selatan – Seorang pria babak belur diamuk massa setelah diduga curi ternak milik warga di sebuah desa di Sulawesi Selatan. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, 6 April 2024, sekitar pukul 21.00 WITA. Pelaku, yang diketahui berinisial AR (35), diduga mencuri seekor sapi milik seorang warga setempat.

Menurut keterangan saksi mata, pelaku terlihat sedang menggiring sapi milik korban ke arah jalan raya. Warga yang curiga dengan gerak-gerik pelaku, kemudian menghentikan pelaku dan menanyakan asal usul sapi tersebut. Pelaku tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan, sehingga warga kemudian mengamankan pelaku dan melaporkan kejadian ini ke kepala desa.

“Pelaku terlihat sedang menggiring sapi milik tetangga kami ke arah jalan raya. Kami curiga, lalu kami hentikan dan tanyakan asal usul sapi tersebut. Karena tidak bisa menjawab, kami amankan pelaku,” ujar salah seorang warga, Bapak Hasan.

Warga yang geram dengan tindakan pelaku, kemudian melampiaskan emosi mereka dengan memukuli pelaku hingga babak belur. Beruntung, aparat kepolisian dari Polsek setempat segera tiba di lokasi kejadian dan mengamankan pelaku dari amukan massa.

“Pelaku sempat diamuk massa, namun berhasil kami amankan. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek,” ujar Iptu Andi Rahman, Kapolsek setempat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku nekat mencuri sapi karena terdesak kebutuhan ekonomi. Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk mengetahui apakah pelaku terlibat dalam jaringan pencurian ternak yang lebih besar.

“Pelaku mengakui perbuatannya. Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui apakah pelaku terlibat dalam jaringan pencurian ternak,” jelas Iptu Andi Rahman.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Pihak 1 kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib.  

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Serahkan proses hukum kepada pihak berwajib,” imbau Iptu Andi Rahman.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, terutama pencurian ternak. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para peternak untuk meningkatkan keamanan kandang ternak mereka.

Tragedi Menyayat Hati di Bulukumba: Bocah 5 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Acara Pernikahan

Tragedi Menyayat Hati di Bulukumba: Bocah 5 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Acara Pernikahan

Sebuah insiden tragis mengguncang Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, di mana seorang bocah berusia 5 tahun, Muhammad Akhtar, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat menghadiri acara pernikahan keluarga. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Kronologi Kejadian

  • Pada hari Jumat, 28 Juni 2024, sekitar pukul 17.30 WITA, Muhammad Akhtar menghadiri acara pernikahan keluarga di Dusun Salebboe, Desa Padang Loang, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba.
  • Korban datang ke acara tersebut bersama kakeknya, Jamaluddin.
  • Saat berada di lokasi, Akhtar meninggalkan pelukan kakeknya untuk mencari kelincinya yang lepas ke arah pelaminan.
  • Tak lama kemudian, korban ditemukan tergeletak di samping tangga dekat pelaminan.
  • Awalnya, salah seorang tamu undangan mengira korban tertidur, namun saat disentuh, ternyata ada aliran listrik.
  • Tamu undangan yang memeriksa tangga pelaminan juga merasakan adanya aliran listrik.
  • Korban segera dilarikan ke Puskesmas Ujung Loe untuk mendapatkan pertolongan medis, kemudian dirujuk ke RSUD Andi Sulthan Daeng Radja.
  • Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Tindakan Pihak Berwenang

  • Pihak kepolisian dari Polsek Ujung Loe segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
  • Barang bukti berupa kabel dan colokan diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
  • Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kejadian ini.

Penyebab dan Dugaan

  • Dugaan sementara, korban tersengat listrik dari instalasi listrik di pelaminan.
  • Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini.

Duka Mendalam dan Imbauan

  • Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Bulukumba.
  • Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya listrik, terutama di tempat-tempat umum dan acara keramaian.
  • Penting untuk memastikan instalasi listrik aman dan sesuai standar, serta menjauhkan anak-anak dari sumber listrik yang berbahaya.

Kesimpulan

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan terhadap bahaya listrik. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.